RSS

MENUTUP AURAT TIDAK SINGGUNG AGAMA LAIN

14 Jun


Islam adalah agama yang menjunjung tinggi harkat kaum wanita sehingga dalam ajaran Islam terdapat hukum-hukum yang dikhususkan bagi kaum wanita. Salah satu diantaranya adalah aturan dalam berbusana. Syariat Islam telah memberikan batasan-batasan yang boleh dan yang tidak boleh terlihat dari seorang wanita. Bagi sebagian orang – yang tidak memahami hikmah dari hukum-hukum dalam syariat Islam aturan ini sepintas menyulitkan kaum wanita, padahal jika kita mencoba merenungkan lebih jauh apalagi kalau kita melihat kenyataan yang ada maka kita akan melihat keagungan dari syariat yang mulia ini.

Berapa banyak kerusakan yang telah terjadi akibat keluarnya wanita dengan bebas dan mempertontonkan aurat mereka, sebutlah perzinahan, pelecehan seksual, perkosaan, tersebarnya vcd porno dan sederet kerusakan moral lainnya yang tidak bisa dipungkiri bahwa dia merupakan efek keterbukaan aurat. Bahkan menurut hasil riset yang telah dilakukan selama 30 tahun, oleh para peneliti Amerika ditemukan bahwa gaya berpakaian dan penampilan seksi kaum wanita berbanding lurus dengan tingkat impotensi kaum pria.

Di negara-negara yang perempuannya bebas mengenakan pakaian yang mengumbar aurat, jumlah penderita impotensinya lebih tinggi dari negara-negara yang melarang perempuan mengumbar betisnya. Hal ini terjadi karena di pria mudah sekali terangsang dengan rangsangan visual namun tidak semua pria dapat menyalurkan libidonya yang memuncak itu. Akibatnya dalam jangka waktu tertentu secara psikologis akan terjadi imunitas terhadap rangsangan serupa itu. Hal ini juga menjelaskan berbagai fenomena lain seperti, banyaknya terjadi penyimpangan seksual serta tingginya tingkat prostitusi.

Perintah Menutup Aurat

Alhamdulillah saat ini hukum kewajiban menutup aurat telah tersosialisasi dengan baik di kalangan muslimah. Disamping hikmah menutup aurat agar mereka lebih dikenal / sebagai identitas kemusliman, agar kehormatan mereka terjaga dan agar mereka tidak diganggu ditambah perkembangan fashion busana muslimah yang cukup bagus, maka kita melihat arus yang begitu cepat dimana muslimah pemakai jilbab kian hari kian bertambah.

Firman Allah mengenai kewajiban menutup aurat dalam Al-Quran adalah,

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka,”Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Ahzab: 59)

Di ayat yang lain disebutkan,

“Hendaknya hijab menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain yang dikecualikan, sebagaimana Firman Allah”Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka”.” (QS An Nuur:31)

Aurat dalam Agama Lain

Dalam Kristen, masuk ke Gereja tanpa menutup aurat adalah suatu penghinaan terhadap Gereja. Wanita yang ingin melakukan kebaktian di Gereja diajarkan oleh Bibel agar mengenakan penutup kepala seperti yang dikenakan para biarawati. Jika wanita itu tidak mau, hendaknya ia mencukur rambutnya layaknya Biksuni dalam agama Buddha. Dalam  agama Hindu yang juga berasal dari India, para wanita juga seharusnya mengenakan kerudung seperti wanita-wanita India dengan pakaian yang panjang.

I Korintus  11:5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

I Korintus  11:13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

Sungguh disayangkan, ajakan mulia untuk menuju peradaban tinggi ini malah disalah-pahami sebagian pihak. Mereka berkata bahwa ajakan menutup aurat dapat menyinggung penganut agama lain. Inilah suara pihak-pihak sekuler yang hanya mementingkan keuntungan duniawi semata dengan berlindung dibalik adat dan agama di luar Islam mencoba untuk membusukkan ajakan mulia ini. Padahal yang benar, ajakan menutup aurat dapat mematikan usaha kotor mereka. Agama mana yang tersinggung dengan ajakan menutup aurat  ? Tidak ada. Jika di Barat Biarawati boleh mengenakan semacam jilbab, mengapa muslim tidak?

Sally_sety

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 14, 2009 in Kajian

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: