RSS

MENJUNJUNG UKHUWAH UMAT

29 Jun
**************************************************************************************************************
Mohon Hadir pd setiap Insan Pers & Pejuang Kebenaran, pada Pers Conference Bunda Irena Handono. Rabu, 1 Juli’09 Pk.10.00 WIB. Maroush Restaurant, CROWN PLAZA HOTEL. Semanggi. Jakarta Pusat.
Tentang MUBAHALAH IRENA HANDONO DENGAN DIKI CANDRA cs (4 Juli’09 di Bandung)

***************************************************************************************************************

MENJUNJUNG UKHUWAH UMAT

Seorang Ibu yang bijaksana, Ibu yang lebih memilih dirinya dihantam berbagai fitnah, merelakan dirinya menghadapi resiko MUBAHALAH demi penjagaan beliau, rasa sayang beliau, keperdulian beliau yang ikhlas karena Allah SWT semata, yang begitu dalam atas keutuhan umat Islam Indonesia. Beliau ingin mengakhiri semua fitnah terhadap umat Islam.

Sedih juga, kasus ecek-ecek macam MANOHARA bisa di publish demikian rupa, berminggu-minggu menguasai media. Kenapa ini ada kasus pembunuhan karakter terhadap Da’iyah/Tokoh Umat/Aset Nasional Umat Islam Indonesia, tapi malah gak ada gaungnya sama sekali.

Ibu Irena Handono adalah seorang Da’iyah, disela-sela kesibukannya beliau menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam tulisan. Tulisan beliau pertama yang cukup mengguncang adalah ISLAM DIHUJAT (2003) buku ini menanggapi pelecehan ajaran Islam yang dilakukan oleh Robert Morey. Kemudian buku yang kedua yang tak kalah mengguncang adalah MENYINGKAP FITNAH & TEROR (2008). Tanpa bermaksud mempromosikan kedua buku tersebut (terlebih buku pertama sudah tidak dicetak kembali), penting kiranya diamati apa yang beliau tulis, mengapa beliau menulisnya.

Masih ingatkah tentang kartun pelecehan nabi dari Denmark? Lalu apa dampaknya? Bukan kah terjadi ledakan protes yang tidak hanya berskup nasional Denmark saja, tapi seluruh muslim dunia meresponnya! Demo-demo memprotes sikap Pemerintah Denmark yang terkesan melindungi si Penghujat Nabi ini tak hanya terjadi pada komunitas muslim di Denmark saja, tapi terjadi diseluruh penjuru negeri-negeri muslim termasuk Indonesia. Tak cukup demikian, gelombang pemboikotan terhadap produk-produk Denmark dari dunia muslim pun cukup membuat perekonomian Denmark menderita.

Rupanya penghinaan, penistaan terhadap Islam pun tidak hanya terjadi di Barat (yang komunitas muslim di sana minoritas) tapi justru terjadi di negeri muslim terbesar yaitu Indonesia. Semenjak Ibu Irena Handono membantah semua tuduhan Robert Morey, beliau banyak sekali mendapat sms cercaan, hinaan yang semua itu tidak hanya ditujukan kepada beliau tapi kepada ajaran Islam, kepada Rasulullah saw bahkan kepada Allah SWT. Dan isi sms-sms tersebut sangat tidak layak bahkan (maaf) menjijikkan dan potensial sekali untuk menyulut api kemarahan muslim, tidak hanya di Indonesia tapi diseluruh dunia dan bahkan akan lebih hebat ketimbang kasus kartun Denmark.

Lalu apa yang dilakukan Ibu Irena Handono? Ibu yang bijaksana ini lebih mendahulukan menjunjung tinggi ukhuwah ummat Islam, menjaga keharmonisan beragama di negeri ini dan bisa dikatakan beliau lebih mencintai stabilitas keamanan negeri ini ketimbang konflik SARA yang sangat potensial terjadi akibat ulah mereka yang jelas-jelas memancing terjadinya kerusuhan.

Penistaan agama melalui sms tersebut tidak beliau publish secara mentah. Namun beliau sampaikan kepada umat dengan cara yang sangat santun dan bijaksana dengan mempertimbangkan kemaslahatan yang lebih besar. Beliau mengurai dengan teliti akar permasalahan fitnah yang terjadi pada umat Islam semenjak zaman Rasulullah. Beliau mengkaji, memaparkan fakta-fakta sejarah yang kesemuanya dirangkai dalam suatu tulisan yang ilmiah dan rasional. Tulisan beliau tersebut tidak hanya membuka cakrawala berpikir umat Islam namun juga umat non-Islam. “Untuk mewujudkan sebuah peradaban umat manusia yang lebih baik, kita harus membaca sejarah dan mengambil ibroh (pelajaran) dari masa lalu.” (Irena H).

Tapi kemudian bukan dukungan ataupun gayung bersambut, untuk cita-cita beliau pada sebuah peradaban Islam yang mulia. Namun yang beliau dapatkan adalah tuduhan sebagai ‘penyusup’, tuduhan sebagai orang yang beraqidah bukan Islam. Sms berisikan fitnah tersebut menyebar luas dan bahkan dimuat secara fulgar dalam sebuah blog di internet. Efek yang beliau hindari justru terjadi. Keresahan umat dalam skala luas dan berdampak pada pecahnya ukhuwah umat Islam.

Atas itu semua beliau mengambil langkah tegas dengan mengajak para pembuat dan penyebar fitnah ini untuk ber MUBAHALAH. Inilah bentuk penjagaan beliau, rasa sayang beliau sebagai seorang Ibu, keperdulian beliau yang ikhlas karena Allah SWT semata, yang begitu dalam atas keutuhan umat Islam Indonesia. Beliau ingin mengakhiri semua fitnah terhadap umat Islam dan menjawabnya seperti yang beliau tulis dalam ISLAM DIHUJAT, beliau ingin mengakhiri semua fitnah terhadap umat Islam dengan menunjukkan pada umat bagaimana fakta sejarah berbicara dan kepada siapa umat harus waspada yang ditulisnya dalam MENYINGKAP FITNAH & TEROR.

Kalau konteks Mubahalah zaman Rasul adalah mengenai Aqidah. Maka Mubahalah yang diajukan Ibu Irena Handono sekarang ini juga masih demikian. Tak lepas dari masalah Aqidah. Beliau adalah seorang Pejuang Islam yang mempunyai jamaah/pendukung yang signifikan di Indonesia, beliau ini dikatakan ‘KAFIR’. Ini jelas berdampak memecah belah keutuhan Ukhuwah umat Islam Indonesia. Yang saat ini justru dibutuhkan untuk menentukan masa depannya (menuju Pemilu).

Mubahalah adalah salah satu syariat dalam Islam. Dengan meluasnya wacana ini yang kemudian menjadi perhatian seluruh umat Islam di Indonesia maka menunjukkan keinginan/keberpihakan/perhatian umat Islam Indonesia terhadap Syariat Islam. Ini adalah cita-cita besar kita semua (untuk menerapkan syariat Islam di Indonesia), namun ini adalah ancaman besar terhadap kaum musuh Islam.

Saudaraku… penjelasan saya semoga menggugah hati anda semua. Saya tahu anda punya kapabilitas untuk membantu dengan cara anda. Sekali lagi ini bukan sekedar masalah seorang IRENA, tapi ini adalah masalah umat Islam, masalah penegakan Syariat Islam, upaya menghambat kebangkitan Islam yang diperkirakan akan terbit dari Indonesia.

Wassalam,

Sally Setianingsih

Pimred Majalah ARANA

Humas Gerakan Muslimat Indonesia

Humas Irena Center

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 29, 2009 in Berita

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: