RSS

Hj.Irena Handono, Dakwah & Fitnah

15 Mei

Seperti hari-hari akhir pekan yang lain, sabtu ahad adalah waktu padat bagi para Ustad Ustazah, tak terkecuali bagi Hj.Irena Handono yang umum masyarakat muslim di negeri ini mengenal beliau sebagai ‘mantan Biarawati’. Tak bedanya seperti ibu-ibu yang lain setelah shalat subuh beliau disibukkan dengan urusan dapur menyiapkan menu sarapan pagi bagi suami tercinta, Tengku Mansur Amin. Kebiasaan beliau yang khas adalah mengeraskan murathal dari Musyari Rasyid sambil melakukan aktivitas pagi.

Diskusi tentang Islam, dakwah, politik, budaya dan hampir tentang semua topik yang berhubungan dengan dengan masalah umat dibahas hangat disela-sela sarapan pagi. Bagi kami Tim Irena Center, waktu inilah kami mendapat banyak ilmu, perluasan wawasan dan motifasi dalam bekerja dakwah untuk umat.

Namun beberapa hari di minggu-minggu ini tidak seperti hari-hari lainnya, nampak ada kelelahan di garis-garis wajah beliau yang beliau sembunyikan di balik sinar mata yang selalu menyemangati kami untuk selalu efektif waktu dan mendoktrin kami untuk bekerja ikhlas karena Allah SWT. Beliau mengingatkan bahwa organisasi tertua, terbesar dan yang tersusun sangat rapi di dunia ini adalah organisasi musuh Islam, Vatikan. Maka mengalahkan mereka tidak bisa dengan bekerja setengah hati saja, tapi harus ada komitmen dan istiqomah.

Masa kecil Irena Handono

Beliau dilahirkan di Surabaya pada 30 Juli 1954 tengah-tengah keluarga katholik dengan nama kecil Han Hoo Lie. Di baptis ketika bayi dan dididik hidup religius dari aktif di  sekolah minggu ketika masih anak-anak hingga mengikuti orgaisasi gereja ketika remaja, sempat menjadi Ketua Legio Maria dan kemudian beliau menseriusinya dengan meneruskan di biara. Bagi orang katholik, hidup yang paling mulia adalah hidup membiara, karena pengabdian total seluruh hidupnya hanya kepada Tuhan. Keputusan Irena-muda saat itu untuk masuk biara, sangat membuat orang tua beliau terkejut karena beliau satu-satunya anak perempuan dari lima bersaudara. Bagi mereka hidup terpisah dengan satu-satunya anak gadis mereka adalah berat.

Tak sulit bagi Irena-muda saat itu untuk memasuki biara Santa Ursulin di Bandung disamping karena prestasi akademik yang selalu memuaskan, beliau berasal dari keluarga yang berkecukupan materi yang menjadi salah satu donatur terbesar gereja di Indonesia. Kemudian beliau dan salah seorang teman mendapat tugas ganda, sehingga di usia 19 tahun, harus menekuni dua pendidikan sekaligus, disamping kuliah di Biara juga kuliah juga di Institut Filsafat Teologia Seminari Agung dimana beliau mengambil Fakultas Comparative Religion jurusan Islamologi.

Mengenal Islam

Dan justru di tempat itulah beliau mengenal Islam. Perdebatan dengan dosen pembimbing mengantarkan beliau untuk mendapatkan izin untuk mengakses informasi Islam dari sumber Islam yang saat itu beliau pilih adalah Al-Qur’an. Dan karena penyelenggaraan Allah-lah, beliau yang tidak mengerti cara membuka kitab Al-Qur’an sehingga yang beliau jumpai awal adalah surat Al-Ikhlas. Terjemah surat yang singkat ini cukup membuat beliau terhenyak dan guncang. ’Allah itu Ahad, Allah itu satu, Allah tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak sesuatu pun yang menyamai Dia.’ Yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa perdebatan tentang konsep Trinitas dan hakekat Tuhan,  yang akhirnya sampai pada analogi tukang kayu. Beliau yang terkenal cukup kristis dan logis mendebat dosen pembimbing dengan mengatakan bahwa : Kursi diciptakan oleh Tukang Kayu. Kursi adalah kursi dan meja adalah meja sampai seratus tahunpun akan tetap menjadi meja, tak akan mungkin meja menjadi Tukang Kayu (si penciptanya). Begitu pula dengan manusia, bahkan sampai kiamatpun akan tetap menjadi manusia. Manusia tak akan mampu mengubah dirinya menjadi Tuhan dan Tuhan tidak boleh dipersamakan dengan manusia. Saat itu jawaban yang didapatkan beliau dari dosen pembimbing adalah : ”tidak boleh! Ini dogma, yaitu aturan yang dibuat oleh para pemimpin gereja! terima saja, telan saja. Kalau Anda ragu-ragu, hukumnya dosa!”

Keluar dari Biara

Kegelisahan di hati dan pikiran Irena-muda tidak sampai disitu saja dan tidak terhenti oleh ancaman dosa dari sang Pastur. Bahkan rasa tahu tentang Islam yang semakin dalam tersebut membuat beliau semakin rajin membaca Al-Quran hingga sampai pada kesimpulan bahwa agama yang benar dan sempurna itu cuma satu, Islam. Subhanaallah.

Keputusan keluar dari Biara adalah keputusan besar dalam hidup Irena-muda. Hanya karena penyelenggaraan Allah-lah, seminggu menjelang pelantikan menjadi seorang Suster, beliau jatuh sakit karena beban pikiran, kegelisahan yang cukup dalam dan kondisi kesehatan yang kurang baik. Kemudian oleh keluarga beliau dijemput untuk dirawat di Surabaya. Dengan keyakinan bahwa Islam agama Allah. Akhirnya Irena-muda memutuskan tidak kembali lagi ke Biara.

Menyatakan diri untuk menjadi muslim juga bukan hal yang mudah bagi beliau yang hidup di keluarga katholik yang mempunyai hubungan dekat dengan suster-suster gereja. Baru enam tahu setelah itu beliau menyatakan syahadat setelah pergelutan, pencarian, terpaan berbagai persoalan hidup yang mendera beliau. Dan orang pertama yang paling sedih dan bingung akan keputusan beliau adalah orang tua.

Dalam Islam

Pencarian akan Islam mempertemukan beliau dengan seorang Ustad, beliau adalah Kyai Haji Misbah (alm.), mantan ketua MUI Jawa Timur. Dengan Ulama inilah kemudian beliau dibimbing untuk mengucap dua kalimah syahadat di Masjid Al-Falah Surabaya. Saat itu tahun 1983, dan usia beliau 26 tahun.

Pada tahun 1992 beliau menunaikan rukun Islam kelima, ibadah Haji. Dan kemudian bergabung dan aktif di YPJHI (Yayasan Persaudaraan Jamaah Haji Indonesia) yang pada tahun 1998 dan 2000 beliau diberi amanah untuk menjadi pembimbing haji. Disamping kegiatan bisnis yang beliau geluti, beliau juga aktif di beberapa lembaga Islam diantaranya ICMI, PITI (Pembina Iman Tauhid Islam), Al-Ma’wa (Yayasan Pembina Muallaf) Surabaya.

Setelah pindah menetap di Jakarta beliaupun aktif di beberapa lembaga Islam antara lain, beliau menjadi Pengasuh Majlis Ta’lim Al-Muhtadin Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, anggota presidium Forum Komunikasi Lembaga Pembina Muallaf (FKLPM), Penasehat Dewan Presidium Nasional Forum Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi (FORGAPP), Penasehat Lembaga Advokasi Muslim (LAM), Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Muslimat Indonesia (GMI), sebuah ormas perempuan muslim, yang independent, lintas golongan, suku dan ras) berkedudukan di Jakarta dengan program khusus : Membentengi umat dari bahaya pendangkalan akidah dan bahaya pemurtadan. Bergabung juga di MAAI (Majlis Ilmuwan Muslimah se Dunia Cabang Indonesia), MPU (Muslimah Peduli Umat), Forum yang terdiri dari 49 ormas Muslimah dan sebagai Pendiri IRENA CENTER, sebuah lembaga kajian yang bergerak di pembentengan aqidah dan pembinaan muallaf.

Dakwah dan Fitnah

Beberapa buku dan berbagai VCD tausiyah, beliau terbitkan melalui Irena Center dengan tujuan dakwah membentengi aqidah umat Islam di Indonesia. Dua judul buku beliau yang fenomenal adalah ISLAM DIHUJAT dan yang terbaru adalah MENGUNGKAP FITNAH & TEROR.

Seperti judul yang beliau tulis, ternyata Fitnah dan Teror juga tidak pernah surut hingga hari ini. Alhamdulillah, beliau tetap tegar dan terus berupaya memberi manfaat terbaik bagi ummat. Bagi beliau sosialisasi penegakan Syariat Islam adalah wajib karena hanya dengan itulah bangsa ini bisa diselamatkan dari keterpurukan. Program yang sudah lebih dari tiga tahun beliau kampanyekan dan mendapat momen yang pas di akhir bulan desember tahun 2007 adalah mengajak umat Islam untuk BOIKOT PRODUK AS & YAHUDI. Beliau yakin hanya dengan cara inilah langkah efektif untuk menyerang perekonomian AS dan Israel, menghentikan kebiadaban mereka atas warga Palestina. Disamping gerakan ini secara otomatis akan menggulingkan perusahaan-perusahaan kapitalis di Indonesia juga akan menjadi awal kebangkitan perekonomian muslim serta perekonomian Indonesia.

Karena itu beliau sangat paham dan menganggap wajar jika apa yang beliau lakukan mengundang fitnah teror yang datang dari umat non muslim, namun yang disayangkan adalah jika fitnah teror tersebut berasal dari dalam umat Islam. Seperti ungkapan, ”Dilempar batu adalah sakit, tapi akan jauh menjadi lebih sakit jika yang melempar adalah saudara sendiri”. Himbauan yang selalu beliau sampaikan dari satu majlis taklim ke masjlis taklim yang lain adalah, sudah saatnya untuk umat Islam bersatu bukan berpecah belah sesama muslim. Problem umat demikian banyak, tanpa persatuan umat Islam semua ini tidak akan terselesaikan. Dan hanya musuh-musuh Allah (Qs.Al-Baqarah:120) serta kaki tangannyalah yang akan paling dirugikan jika umat Islam bersatu.

(sally_sety)

 
22 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 15, 2010 in Tokoh

 

22 responses to “Hj.Irena Handono, Dakwah & Fitnah

  1. Zulfikar Akbar

    Mei 15, 2010 at 3:21 am

    Semoga Allah selalu berikan keistiqamahan untuk kita semua

     
    • Stephan Manullang

      Oktober 26, 2012 at 5:57 am

      Saya sedikit bertanya-tanya kalau Sdr Irena Handono belajar filsafat di Seminari Agung(?) Setau saya pelajar (siswa) di Seminari Menengah atau mahasiswa di Seminar Agung adalah yang dikhususkan untuk para pastor atau bruder yang jelas hanya untuk kaum pria. Di Seminari Agung tidak ada Jurusan Perbandingan Agama tetapi yang ada adalah salah satu kuliah pengetahuan umum tentang agama lain diluar Katolik, termasuk Islam (bukan Islamology).

      Mungkin yang ia maksudkan ialah Univeresitas Atmajaya Jurusan Filsafat bukan Seminari Agung. stephan_manulang@yahoo.com

      Stephanus Manullang
      Seattle of USA

       
      • sallysety1812

        Oktober 26, 2012 at 12:14 pm

        Berarti pengetahuan anda masih kurang.

         
      • Labih Basar

        Juli 16, 2014 at 4:40 pm

        Memang tidak ada & belum pernah ada jurusan tersebut.
        Memang benar kalau seminari hanya untuk pastor & bruder.

        Referensi bisa anda temukan dengan mudah.

        شكرا

        الحقيقة طالب

         
  2. irsyad ibrahim

    September 12, 2010 at 9:46 am

    saya kagum ma beliau, walau diteror dan difitnah mungkin kalo ada kesempatan dibunuh kali ya, tetap istiqomah ma ajaran islam, dan dengan mengungkap tengtang agama yang sebelumnya dianut, saya yakin kalau syahadatnya tidak sempurna beliau tidak akan berani melakukan hal tersebut, hanya syahadat yang benar dan diterapkan kekehidupan, tidak ada orang islam yang mengenal takut walau diteror, fitnah bahkan nyawa menjadi taruhan. sudah banyak contoh tokoh2 sebelumnya, dari nonmuslik masuk ke muslim, salah satunya adalah khalifah umar.

     
  3. muhammad muchrodji

    Februari 7, 2011 at 11:12 am

    hjh irena handono mantan kafir yang sangat gigih membela islam. Tenaga pikiran yang dicurahkan membela islam pantas disejajarkan dengan mantan kafir dizaman Rasul Allah yaitu Umar bin Qottob. Saya yakin dilidah maupun dilubuk hati beliau bukan penyusup dari kristen karena hal yang paling mendasar dalam memeluk/menganut agama adalah tentang ” ketuhanan”. Beliau ungkap tentang penuhanan Jesus yang adalah rekayasa manusia yaitu ketika Kaisar Romawi yang bernama Konstantin mengadakan konsili/rapat gereja dengan para pastur pada tanggal 20 Mei 325 Masehi di kota Nicea dan disisitu ditetapkan bahwa Jesus adalah Tuhan. Mulailah ada sebutan Tuhan Bapak dan Tuhan anak tetapi diakuinya satu juga. Sebelum konsili Necea diadakan Jesus belum Tuhan, masih manusia, dan saat itu belum dikenal “TRINITAS” karena tuhan baru dua yaitu Allah dan Jesus. Istilah TRINITAS baru dikenal setelah adanya konsili Konstantinopel tahun 381 Masehi tatkala dua tuhan ditambah satu tuhan yaitu Ruhul Kudus. Sejak itu mulai ada sebutan Sang Bapa-Sang Putera-Sang Roh Suci ( Patri-Villi-et Spiritus Sancti ). Baca buku “Dialog masalah kebenaran Bibel” KH Bahauddin Mudhari, “Sejarah Tuhan” Karen Amstrong dan sejarah gereja, disitu diungkap dengan jelas tentang sejarah TRINITAS.

     
  4. Bagore

    April 22, 2011 at 8:42 am

    Semoga Allah SWT senantiasa melindungi orang-orang yang berjuang di jalanNya. Berjuanglah terus wahai para pejuang-pejuang Allah walaupoun nyawa adalah taruhannya. Do’a kami akan terus menyertai setiap langkah perjuanganmu. Allahu Akbar….

     
  5. yani

    Juli 12, 2011 at 3:47 am

    Puji syukur kepada Allah yang telah membuka pintu hati & menunjukan kebenaran dan kuasaNya kepada ustazah Irene Handoyo, semoga Allah senantiasa melindungi beliau dari segala hal, dan smg beliau di beri umur panjang sehingga kita masih bisa mendapat bimbingan dan motivasi dari ustazah Irene Handoyo, I love Yuo Ustazah.

     
  6. yani

    Juli 12, 2011 at 3:48 am

    Puji syukur kepada Allah yang telah membuka pintu hati & menunjukan kebenaran dan kuasaNya kepada ustazah Irene Handoyo, semoga Allah senantiasa melindungi beliau dari segala hal, dan smg beliau di beri umur panjang sehingga kita masih bisa mendapat bimbingan dan motivasi dari ustazah Irene Handoyo, I love You Ustazah.

     
  7. ariffdanial

    Juni 6, 2012 at 5:42 pm

    Hebat sekali pemikiran beliau. Kalau bisa dicetak 1000 Irena Handono dunia Kristian akan goncang takm keruan. Salam dari Malaysia

     
    • sallysety1812

      Juli 11, 2012 at 5:48 am

      InsyaAllah. Amiin. Di IRENA CENTER kami mempunyai program kaderisasi untuk mencetak Irena-Irena baru dengan tujuan membentengi aqidah ummat Islam dari bahaya pendangkalan dan pemurtadan.

       
      • Stephan Manullang

        Oktober 26, 2012 at 6:06 am

        All right Sally. Komentar yang demikianlah yang kita harapkan, bukan menghujat apalagi menistai kepercayaan (agama) orang lain. Alangkah baiknya kalau kita menghargai pihak lain bukan menimbulkan permusuhan. Semua orang punya alasan untuk percaya pada keyakinannya, jangan kita salahkan dengan membabi-buta. Iman dan doktrin tidak bisa diprovokasi dengan cara kroyokan. Apa yang ditabur orang itu juga yang dituai, itu hukum alam berlaku untuk semua orang.

        Thank you and take care.

         
      • Muhammad Januar

        November 8, 2012 at 4:48 am

        Saya setuju dengan apa yg di katakan saudara kita Stephan Manulang. Tetapi masalah nya adalah satu ayat yg ada di bible anda, tentang ‘domba’ (kristenisasi), itu artinya “agama” anda memaksa orang dg cara apapun untuk masuk ke dalam lingkaran itu. Sedangkan islam (anda boleh buka dan mencari di dalam kitab Qur’an) tidak ada paksaan dalam memasuki agama ini. Jelas sudah diantara ke dua kitab ini…:)

         
  8. Wan al makassary

    Juli 11, 2012 at 5:29 am

    Sebesar apapun fitnah smoga ibu tetap istiqomah…

     
  9. Dwi Agus Wahyudi

    Oktober 3, 2012 at 4:30 am

    Untuk Ibu Irene dan saudara-saudaraku, sangat indah jika menjalani kehidupan di jalur Allah. teruslah berjuang, syaitan ada karena diijinkan oleh Allah. segala masalah tidak lebih besar dari kebesaran Allah. teruslah beri penjelasan kepada kami, yakinlah bahwa kami semua secara insting terus mencari kebenaran yang haqiqi, jadi berilah referensi yang membuat kami menjalani kehidupan yang benar dan tidak tersesat.

    Terima Kasih, dan semoga Allah melindungi dan Merahmati saudara2ku dan kita semua.
    Aamiin.

     
  10. Abi

    Oktober 31, 2012 at 9:23 pm

    Perfecto…..

     
  11. santi apriani

    Januari 27, 2013 at 4:07 pm

    sasalamualaikum.ustadzah..
    smoga allah slalu melindungi anda di manapun berada..terusakan perjuangan ustadajh walaupun dunia memusuhi anda yg penting allah slalu bersama anda..satu hal ustadzah tetap istiqomah dan terus berdakwah.

     
  12. rianti

    Maret 14, 2013 at 11:14 am

    pada ahirnya nanti akan terang benderang siapa yang fitnah siapa yang difitnah, kebenaran pasti akan menang.

     
  13. Pelite Damar

    Juli 15, 2014 at 10:51 am

    Doa saya Ibu Irena sentiasa di rahmati Allah. Ibu Irena teruskan usaha Ibu.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: