RSS

Arsip Bulanan: Juli 2012

Taut

Assalamualaikum

Mari sejenak mengirim Al-Fatihah kepada saudara-saudara Muslim kita di Indonesia.

Sebelum saya menulis panjang untuk entry kali ini, saya mau mengajak kawan-kawan menonton video di bawah ini. #SaveMaryam

Kawan-kawan saya sekalian, kabar buruk menimpa sahabat Muslim kita di Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar sedunia. Umat Islam di Indonesia mencapai 88% dari seluruh populasi Indonesia, atau sekitar 200 juta jiwa. MashaAllah. Namun, belakangan umat Muslim Indonesia berkurang secara signifikan dan konsisten. Menurut data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk majoritas Islam. Dan jika pemurtadan dari Islam ini masih berlanjut, Indonesia akan mencapai poin di mana umat Kristen menjadi penduduk majoritas. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Mengapa ini bisa terjadi? Well, kita bisa melihat dari kondisi ekososial di negara dengan penduduk sekitar 240 juta jiwa yang sangat memprihatinkan. Banyak yang meramalkan Indonesia akan mencapai status negara maju tidak lama lagi. Sebagai salah satu negara the Group of Twenty (G20), pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk stabil dan menuju ke arah baik. Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2011, misalnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tumbuh sebesar 6.5 persen. Ironisnya, angka kemiskinan masih menghantui pertumbuhan ekonomi ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan sampai pada tahun 2011 mencapai 30 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari seluruh populasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat megah di pusat negara, di Pulau Jawa, di kota-kota besar saja. Indikatornya masih melihat pada pendapatan perkapita yang disumbangkan oleh golongan kelas menengah. Konsekuensinya, golongan miskin seolah-olah terselubungi. Masih berjuta-juta rakyat Indonesia yang tidak mendapat akses pendidikan, pelayanan kesehatan, listrik, air bersih, dan fasilitas umum negara lainnya. Mereka hidup di jalanan ibu kota, di bawah jembatan, di tepi sungai yang penuh dengan sampah. Ada pula yang hidup di pedalaman yang tidak terjamah oleh kebijakan pemerintah. Dan mereka inilah golongan miskin beragama Islam yang merana dan putus asa. Akibatnya, dengan iman yang minim, keyakinan pun mudah tergugah. Hanya dengan iming-iming kekayaan secuil, mereka akhirnya pindah agama. Astaghfirullah.

Terlepas dari iman yang lemah, pemurtadan di Indonesia juga digerakkan oleh kristenisasi oleh para misioner Kristen. Gereja-gereja di Indonesia gencar mencanangkan dan menyebarkan misi mengkristenkan umat Islam. Berbagai cara mereka lakukan. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan agenda kristenisasi yang dilakukan oleh umat Kristen Indonesia:

1. Larangan Keluarga Berencana/KB (Family Planning) di kalangan umat Kristiani
Keluarga Kristen dilarang melalukan pembatasan kehamilan. Umat Kristen diharuskan mempunyai anak sebanyak-banyaknya. Pembatasan kehamilan dianggap pembunuhan sesama umat Kristen karena dapat membatasi pertumbuhan jumlah umat Kristen.

2. Dorongan Keluarga Berencana bagi keluarga Islam
Sementara keluarga Kristen giat beranak-pinak untuk menggandakan populasi mereka, anggota gereja semangat menyebarkan idealisme KB di kalangan masyarakat Muslim. Keluarga Muslim digalakkan untuk mempunyai anak sedikit mungkin. Program KB dipaksakan bagi keluarga Islam saja dan tidak untuk keluarga Kristen.

3. Fasilitas ekonomikal bagi keluarga Kristen
Pentingnya memiliki anak yang banyak dalam keluarga Kristen harus diimbangi dengan pentingnya penyediaan economy support untuk menampung pembiayaan membesarkan anak-anak mereka. Untuk itu akses orang Kristen ke sumber-sumber ekonomi perlu diperbanyak dengan membatasi akses orang Islam ke sumber-sumber tersebut. Salah satu caranya ialah dengan memprioritaskan orang Kristen dalam penyediaan lapangan pekerjaan pekerjaan. Bisa jadi, larangan berjilbab dalam bekerja merupakan salah satu misi yang dilakukan.

4. Fasilitas kesehatan diutamakan untuk umat Kristen
Golongan Kristen mempengaruhi pemerintah untuk membangun fasilitas kesehatan dari sumbangan yang mereka berikan. Umat Kristen didorong untuk membangun rumah sakit sebanyak-banyaknya. Ini demikian agar umat Kristen diutamakan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Jika orang Kristen sudah mapan, banyak uang, fasilitas kesehatan pun bisa dibeli. Bagi umat Islam yang mau berobat, biaya yang dikenakan sangat mahal agar mereka makin menderita.

5. Umat Kristen diwajibkan membantu sesama
Umat Kristen yang kaya diwajibkan membantu umat Kristen yang miskin agar mereka tidak didekati oleh pemberi bantuan dari agama lain, teutama Islam. Untuk itu, orang Kristen harus giat mencari sumber kehidupan dan menguasai ekonomi negara.

6. Perbaikan standar pendidikan bagi orang Kristen
Umat Kristen harus menguasai fasilitas pendidikan di Indonesia. Institusi pendidikan yang dimiliki pemerintah perlu mengutamakan orang kaya (yang kebanyakannya orang Kristen) sehingga orang miskin (yang kebanyakannya orang Islam) tidak dapat sekolah atau kuliah. Gereja-gereja Kristen perlu menggalakkan jamaahnya untuk mengenyang pendidikan serta mendirikan sekolah-sekolah atau kampus Kristen.

7. Kristenisasi politik
Orang kristen harus memilih wakil pemerintahan yang mempunyai kebijakan pro-Barat. Kristen di Indonesia mendapat bantuan dari Barat. Golkar merupakan partai yang dikenal pro-Barat. Untuk itu orang Kristen harus menguasai Golkar dan mendorong pemenangan Golkar agar pemerintahan Indonesia dapat dikontrol oleh orang Kristen.

8. Propaganda media
Orang Kristen perlu menguasai industri media dan mengutamakan membuat berita burukyang melibatkan umat Islam agar umat Islam bertengkar sesama sendiri. (Lihat saja kasus korupsi yang dilakukan oleh umat Islam lebih digembar-gemborkan daripada kasus korupsi yang dilakukan oleh orang Kristen).

Masih banyak lagi misi yang dilakukan untuk menjalankan agenda kristenisasi di Indonesia. Poin 1-8 diatas merupakan parafrase dari poin-poin yang ada dalam naskah Jangka Panjang Kristenisasi di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Naskah rahasia itu pernah diterbitkan oleh majalah Crescent International, Kanada, pada November 1988. Misi-misi di atas masih sebagian kecil dari usaha kristenisasi di Indonesia.Tahun-tahun belakangan ini, misionaris Kriten makin terang-terangan menyerap umat muslim untuk memeluk agama Kristen. Mereka mendatangi rumah sakit dan menghibur pasien beragama Islam dan perlahan tapi pasti membujuk pasien ini pindah agama. Mereka juga berselindung disebalik misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan. Menurut The Observer, kelompok misionaris Light of Love for Aceh terang-terangan mengenalkan nilai-nilai Kristen melalui kegiatan amal yang diberikan kepada korban tsunami Aceh. Bahkan mereka berharap dapat membawa anak-anak Aceh ke Jakarta untuk ditempatkan di panti asuhan Kristen.

Begitu gencarnya para kaum misionaris mengkristenkan Indonesia. Orang-orang Kristen memang tidak suka orang Islam berjaya. Sebagaimana yang tertulis dalam QS Al-baqarah ayat 120:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pegetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Maha benar firman Allah SWT. Tidak heran jika kristenisasi terus dilakukan untuk merayu dan mendapatkan umat Islam murtad dari agamanya.

Untuk menghentikan kristenisasi yang sudah marak di Indonesia, sebuah aksi global telah dimulai oleh Mercy Mission Indonesia untuk menyelamatkan sahabat Muslim di Indonesia yang tidak bahagia akan ke-Islam-annya sehingga mudah dipengaruhi oleh golongan missionaris. Mercy Mission merupakan organisasi terdaftar di Inggris yang biasa mengadakan projek berkaitan dakwah Islam. Organisasi ini sudah berpengalaman selama lima tahun terakhir dalam meningkatkan kesadaran di kalangan umat Islam melalui projek amal. Kali ini, Mercy Mission sedang menggalang dana dan kesadaran umat Islam di seluruh dunia untuk menyelamatkan saudara-saudari Muslim di Indonesia yang terancam dimurtadkan melalui projek Save Maryam. Kampanye Save Maryam disebarluaskan di dunia maya melalui Youtube, Facebook, Twitter, Website dan Email. Sementara di dunia nyata, iklan Save Maryam terpampang di berbagai media below the line seperti baliho, poster, spanduk, pamflet, dan sejenisnya.

Sebagai umat Muslim yang peduli sesama serta peduli terhadap agama kita, mari kita dukung gerakan ini sepenuhnya.Untuk membantu Save Maryam, cukup dengan 3 langkah mudah: Watch, Share, Donate. Lihat atau tonton iklan mengenai Save Maryam. Kemudian, daripada menghabiskan waktu di Internet untuk hal-halyang tidak bermanfaat, ada baiknya kita menyebarkan informasi tentang kampanye ini. Dan jika kita ada rezeki lebih, tidak ada salahnya untuk menyumbang sejumlah uang kepada oraganisasi ini.

Bagaimana uang donasi kita akan digunakan? Uang donasi dari saudara-saudara Muslim di seluruh dunia akan digunakan untuk:

1. Melauncing Islamic Youth TV (berbasis di Yogyakarta)
Saat ini media di Indonesia terutama TV telah memberi pengaruh buruk kepada pemuda Muslim di Indonesia. Hedonisme, kapitalisme dan westernisasi serta kulturalisasi Islam yang dipaparkan di TV berpotensi merusak esensi Islam sehingga dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Dengan adanya Islamic Youth TV, diharapkan pemuda Islam Indonesia terpapar dengan acara yang bermutu dan mendidik mereka ke kehidupan yang lebih baik.

2. Melauncing Indonesian Youth Helpline
Indonesian Youth Helpline merupakan call centre yang dihadirkan untuk melayani panggilan Muslim yang mempunyai masalah untuk dibantu. Ini penting agar mereka tidak lari kepada penolong dari agama lain.

Selain memberi donasi langsung kepada Mercy Mission, kita juga bisa memberikan donasi melalui kegiatan seperti yang dianjurkan oleh oraganisasi ini. Kegiatan tersebut diberi nama Iftar For Maryam, yaitu inisiatif bagi kawan-kawan Muslim untuk mengundang kawan serta kerabat dalam acara buka puasa bersama. Melalui buka puasa ini, kawan-kawan dapat menggalang dana yang nantinya dapat disumbangkan untuk projek Save Maryam.

Kesimpulannya, mari kita sama-sama membuka mata akan kenyataan bahwa Islam di Indonesia terancam punah akibat kristenisasi. Oleh itu, sebagai Muslim yang baik, tidak ada salahnya, malah mendapat pahala, kita realisasikan projek ini. Bismillah dengan izin Allah, semoga projek ini berjalan lancar dan mencapai tujuannya sehingga masa depan kehidupan umat Muslim di Indonesia terselamatkan. Amin.

P.s: Lebih lanjut tentang Save Maryam, kawan-kawan bisa klik di SINI

Iklan
 
10 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 26, 2012 in Berita

 

WAKAF BUKU IQRA BAGI ANAK-ANAK MUSLIM PAPUA

WAKAF BUKU IQRA BAGI ANAK-ANAK MUSLIM PAPUA

Berkaitan dengan kunjungan dakwah Hj.Irena Handono ke Manokwari pada 25 Mei hingga 28 Mei 2012 bersama TRIO MUJAHID MUALLAF. IRENA CENTER bekerja sama dengan aktivis dakwah di Papua menyelenggarakan program WAKAF BUKU IQRA BAGI ANAK-ANAK MUSLIM PAPUA.

Saudara-saudari muslim, kami membuka kesempatan agar saudara/i bisa bergabung dalam dakwah ini dengan cara menyumbangkan/mewakafkan BUKU IQRA yang ditujukan ke alamat IRENA CENTER. Batas waktu pengumpulan: 25 Juli – 8 Agustus 2012. Diutamakan buku Iqra. TIDAK MENERIMA sumbangan dalam bentuk UANG.

IRENA CENTER
Taman Villa Baru Blok D no.5
Pekayon Jaya – Bekasi 17148

email: irena_center@yahoo.com
Telp.021-70732223

—————————————
“Bu Sally, ada ngga ya di Jakarta yang mau donasi BUKU IQRA untuk saudara-saudara muslim Papua di pedalaman? Rencana tanggal 14 Ramadhan kami akan kepelosok Papua Barat. Kami butuhkan sebanyaknya untuk 14 Kampung Muslim asli Papua. Per kampung kira-kira akan kami tebarkan 100 buku Iqra.

Planning kami ke lokasi tanggal 14 Ramadan, kami di Manokwari juga sedang kumpulin Mukena, jilbab, baju koko, sajadah, sarung dan kopiah.

Lokasi Muslim Papua terisolir di hutan-hutan rawa sagu. Transportasi satu-satunya yang bisa menjangkau tempat tersebut hanya dengan perahu. Bintuni, Arandai, Kecap, Karya manunggal, Tomu, Kampung Baru, Kamundang, Taroi, Tambani, Tarof, Negri Besar, Kokoda, Nebes, Kokas, Fak-fak & Kaimana. Ini adalah daerah-daerah yang mayoritas penduduk sudah muslim tujuh turunan, namun dakwah Islam di daerah ini sangat jarang. Ini daerah yang sangat haus dakwah Islam. Sekedar informasi, Islam telah masuk ke daerah ini (Papua) ditebar oleh kesultanan Tidore abad 16, Sultan  Mohamad Alting.”

SMS dari Pak Amir Habbe-Aktivis Muslim dari Manokwari.
Kompleks Makassar, Jl.Trikora Wosi, Manokwari – Papua Barat. 98312

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 25, 2012 in Uncategorized

 

Perumpamaan Sup Dalam Pispot

Saat menulis artikel untuk Media Ummat ini, saya sedang berada di Sydney untuk road show dakwah di beberapa kota di Australia.  Sydney, Brisbane, Goldcoast, Melbourne dan Adelaide.  Tepatnya sudah 28 hari saya disini dan akhir April akan kembali ke Indonesia.

Saya mengamati, berbagai permasalahan umat Islam yang terjadi di Australia hampir sama dengan yang terjadi di Indonesia. Masalah pemurtadan dan pendangkalan aqidah pun juga terjadi pada umat Islam disini. Namun bedanya jika di Indonesia, kondisi ekonomi masyarakat muslim umumnya diposisi yang rendah. Namun disini jika tidak dikatakan kondisi ekonomi tinggi tapi mereka mendapatkan kehidupan yang layak dan jika dibandingkan dengan di Indonesia, kondisi ekonomi muslim disini jauh lebih baik.

Tanggal 8 April bertepatan dengan Hari Raya Paskah. Di Indonesia peringatan hari ini tidak terlalu terdengar tapi di Australia Hari Raya Paskah umat Kristen yang disebut Easter Day ini  dirayakan sangat meriah, sama meriah dengan perayaan Natal dan New Year.

Namun yang membuat saya tercenung adalah, masih banyak saudara-saudara kita di negeri perantauan ini yang terseret dalam peringatan-peringatan kaum kafir , dan malahan membatalkan pengajian di hari jumat karena keluarga mereka lebih memilih long week-end keluar kota mengikuti easter show, dsb ketimbang mengajak mereka sekeluarga untuk pengajian.

Di kesempatan lain didalam sebuah taklim, seorang ibu menanyakan tentang hukum mengikuti Easter Show. Beliau juga menjelaskan bahwa menghindari perayaan tersebut sangat sulit karena demikian meriah ramainya, berbagai parade besar diadakan di pusat kota, diskon-diskon besar di mall-mall juga bahkan di sekolah-sekolah umum anak-anak juga digiring memeriahkan Easter. Seiiring dengan pertanyaan ibu tersebut ternyata masih ada juga yang menanyakan hukum mengikuti perayaan Christmass atau Natal.

Bagi kita yang di Indonesia, dengan adanya fatwa MUI tentang haramnya hukum merayakan Natal bagi umat Islam, dan gencarnya sosialisasi para pendakwah di tiap bulan desember tentang perayaan ini dan banyak buku-buku dan tulisan yang mengungkap kebohongan perayaan 25 desember ini, insyaAllah umat Islam di Indonesia sudah paham. Bahwa HARAM hukumnya mengikuti peringatan Natal.

Namun bagaimana tentang Paskah atau Easter? Apakah umat Islam memahami esensi perayaan ini sebagaimana tentang kasus Natal? Mungkin di Indonesia yang negeri mayoritas berpenduduk muslim, Easter/Paskah tidak dijadikan sarana pendangkalan aqidah atau pemurtadan. Tapi di Australia, peringatan Easter dijadikan sarana pendangkalan aqidah bagi umat Islam.

Apa sesungguhnya Easter atau Paskah?

Istilah Easter berakar dari bahasa Inggris Kuno Ēastre atau Ēostre. Nama ini mengacu pada nama Dewi Ēostre/ Astarte dari budaya Anglo-Saxon di Jerman. Festivalnya disebut Ostara, yakni untuk menghormati Astarte (dewi kesuburan) yang berlangsung di awal musim semi.  Kenapa ada simbol kelinci dan telur? Simbol kelinci dipakai sebagai lambang kesuburan karena kelinci adalah binatang yang mudah beranak-pinak. Dan telur sebagai simbol awal kehidupan.

Easter, sebuah festival untuk menghormati Astarte, dewi kesuburan, yang dilambangkan kelinci dan telur sebagai simbol-simbol kesuburan umum dalam budaya pagan. (Encyclopedia Britannica, 1982 Edition, vol. 4, halaman 501.)

Lalu bagaimana budaya Pagan “Easter” berubah menjadi hari Kebangkitan Yesus sebagai Tuhan? Dalam Konsili Nicea 325M, Konstantin penguasa tertinggi Romawi demi menyelamatkan imperiumnya. Ia membuat agama Hybrid, mencampurkan polyteisme yang berasal dari agama pagan dan monoteisme yang berasal dari agama Yahudi dalam suatu konsep baru yang disebut Trinitas. Tiga dalam satu, satu dalam tiga.

Dengan mengikuti ajaran Paulus, maka Kaisar Konstantin menetapkan hari Paskah (Easter) sebagai hari kebangkitan Yesus. Yesus dikatakan mati setelah disalib lalu dikuburkan dan setelah tiga hari kemudian bangun/bangkit dari kematian untuk naik ke langit dan duduk di kanan tuhan Bapa. Orang Kristen berdalih, manusia biasa tidak mungkin melakukan hal tersebut, sehingga ‘masuk akal lah Yesus adalah tuhan’.

Perumpamaan Sup Dalam Pispot

Saya menjelaskan betapa terlarangnya umat Islam mengikuti budaya-budaya kafir tersebut dengan perumpamaan sup dalam pispot. Kisahnya, ketika saya diundang ke sebuah daerah terpencil di pedalaman, ibu-ibu majlis taklim disana menyambut tamu-tamu dari ibu kota sebaik yang mereka bisa lakukan. Ketika ceramah usai dan acara ramah-tamah dimulai disajikanlah hidangan makan siang disalah satu rumah tokoh adat.  Diantara beberapa makanan daerah, ada makanan spesial  yang sengaja mereka buat yakni sup ayam. Sup dihidangkan dalam sebuah wadah keramik putih baru yang sengaja mereka beli dari pasar beberapa hari sebelumnya.

Pak Camat selaku tokoh paling dihormati mendapatkan kesempatan untuk mempersilahkan tamu-tamu dari ibu kota untuk masuk ke ruang makan. Begitu melihat sup tersebut diatas meja makan, sontak wajah Pak Camat jadi merah dengan mata melotot setengah membentak beliau memerintahkan agar wadah sup diganti. Rupanya wadah sup tersebut adalah pispot.

Mengapa Pak Camat malu? Karena pispot adalah wadah yang sangat tidak layak untuk makanan. Bagi ibu-ibu yang tidak tahu mungkin wadah pispot sama saja dengan wadah-wadah yang lain, tapi bagi yang tahu, tentu wadah pispot sangat menjijikkan jika digunakan sebagai wadah makanan, walaupun wadah tersebut adalah wadah baru yang sama sekali belum pernah digunakan sebelumnya.

Demikianlah juga dengan perayaan Natal, Easter, Valentine, April Mop. Semuanya adalah perayaan kaum kafir. Yang sesungguhnya sangat menjijikkan jika muslim terlibat ikut-ikutan merayakannya.  Walaupun ada yang berdalih perayaan-perayaan tersebut hanya untuk ‘fun-fun’ saja, menjaga hubungan kekerabatan, dsb. Maka, sejauh mana menjijikkannya, insyaAllah dengan “Iqra” membaca, mempelajari sejarah peradaban Islam, kita akan mengetahuinya.

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 4, 2012 in Uncategorized