RSS

Kenapa Al-quran lebih meninggikan Yesus/Al Masih?

01 Nov

Kenapa Al-quran lebih meninggikan Yesus/Al Masih? Pendapat ini tidak tepat. Al-Quran tidak lebih meninggikan nabi Isa as ketimbang Rasulullah Muhammad SAW.

Nabi Isa ‘alaihissalam disebut sebanyak 25 kali dalam Al-Qur’an. Sedangkan nama Muhammad SAW hanya disebutkan 4 kali dalam Al-Quran. Memang lebih banyak nama Nabi Isa ‘alaihissalam yang disebutkan namanya dari pada nama Nabi Muhammad SAW. Semua ini menunjukkan a/l:

– Ajaran Islam menghormati nabi Isa as.

Nabi Isa memang benar-benar seorang nabi yang wajib diimani dan dihormati sebagaimana  nabi-nabi yang lainnya.

Penghormatan ini telah Allah tetapkan sebagai antisipasi agar umat Islam tidak menjadi salah paham terhadap nabi Isa as yg diakibatkan oleh kesesatan yg dilakukan Gereja dan umat Kristen yang mengaku penganut nabi Isa as. Padahal sesungguhnya mereka bukan penganut ajaran nabi Isa as tetapi ajaran Paulus dan gereja.

Penghormatan kepada nabi Isa dalam pandangan Islam berbeda dengan pandangan kristiani. Islam tidak menuhankannya, Islam hanya mengakuinya sebagai manusia biasa, namun beliau menerima wahyu dan syariah yang berlaku untuk kaumnya saja.

Adapun untuk umat Islam, yang dijadikan sandaran dalam hukum syariah adalah sikap dan teladan Nabi Muhammad SAW.

– Adanya Kaitan antara nabi Isa as dan nabi Muhammad saw

Sebenarnya hubungan antara agama yang dibawa nabi Isa dengan yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW berasal dari sumber yang sama. Kecuali kemudian orang-orang sesat menyelengkan peninggalan beliau dan menggantinya dengan agama yang mereka karang sendiri.

Dan karena hubungannya sangat dekat, tidak aneh kalau nama Nabi Isa diulang-ulang sebagai 25 kali dalam Al-Quran.

Bahkan hubungan Islam dengan nabi Musa dan umatnya juga sangat erat. Tahukah anda, berapa kali kata Musa terulang-ulang di dalam Al-Quran?

Jawabnya adalah kata Musa diulang sebanyak 131 kali.

– Yang Penting Bukan Berapa Banyak Penyebutannya

Selain itu buat umat Islam, tidak ada masalah bila nama nabi Muhammad SAW hanya disebut 4 kali saja di dalam Al-Quran. Sebab yang penting bukan penyebutannya namanya, melainkan kita semua tahu bahwa seratus empat belas surat (114) surat dan 30 juz yang ada dalam Al-Quran memang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.

Jadi kalau keseluruhan Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, buat apa lagi nama beliau harus selalu disebut-sebut.

Dan yang penting, kemuliaan suatu makhluq tidak ditentukan dari berapa kali namanya disebutkan di dalam Al-Quran. Tahukah anda, berapa kali kata Syaithan disebutkan di dalam Al-Quran? Jumlahnya tidak kurang dari 62 kali.

Apakah kita akan menghormati syaithan? Tentu saja tidak.

Tahukah Anda berapa kali kata Iblis diulang-ulang di dalam Al-Quran? Jawabnya adalah 11 kali. Apakah kita akan menghormati iblis hanya karena namanya diulang 11 kali dalam Al-Quran? Tentu saja tidak.

Di sisi lain, sebenarnya setiap kali ada ayat Al-Quran yang dimulai dengan kata Qul (katakanlah), itu merupakan dialaog Allah kepada beliau SAW untuk mengatakan sesuatu atau menyampaikan sesuatu. Dan kalau dihitung-hitung, jumlahnya mencapai 300 lebih.

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2012 in Uncategorized

 

9 responses to “Kenapa Al-quran lebih meninggikan Yesus/Al Masih?

  1. karim

    November 21, 2012 at 2:38 am

    Kemarin saya bertanya
    Kenapa Al-quran lebih meninggikan Yesus/Al Masih ? Kenapa bukan Mohammad ?,,,,.Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya ,…” (QS. An-Nisaa[4]:171).
    Coba perhatikan ayat demi ayat tentang Isa Almasih itu sendiri. Di cermati semua ayatnya.
    Sebagai salah satu contoh ayat di atas Qs An-Nisaa[4]:171). Di sana di sebutkan Bahwa sesungguhnya Isa Almasih itu adalah utusan Allah.Bukan Muhammad yang kita junjung tinggi. Kenapa demikian?
    Jawaban ANDA tidak DAPAT MENJAWAB yang di tanyakan. Jawaban anda saya simpulkan cuma marah-marah saja. Sebagai contoh anda menuduh orang kristen tidak menjalani ajaran Yesus tapi melainkan ajaran Paulus. Sekali lagi saya tidak pernah menanyakan hal ini. Jadi jangan keluar dari konteks. Anda tahu apa yang di ajarkan Nabi Isa Almasih itu ? Saya meragukan-nya. Bila pun tahu anda tidak akan sanggup melakukkannya.
    Saya memohon kepada anda untuk menjawab pertanyaan ini dengan kepala dingin dan masuk akal.
    Saya hanyalah orang bodoh yang ingin menambah ilmu.Karena saya bodoh maka saya bertanya.

     
    • Haifal Hasibuan

      Februari 7, 2013 at 6:43 am

      Bedakan Penekanan Makna/Maksud dari suatau kalimat. Juga Nash (rangkaian kisah) sebelum dan sesudah ayat tersebut. QS. An-Nisaa[4]:171 bukan dan tidak menekankan pengangkatan Isa AS sebagai Nabi atau Rasul. Bukan merupakan ‘Surat Pengangkatan’ Isa AS menjadi Nabi atau Rasul. Tidak ada kaitannya dengan pengangkatan Isa AS sebagai Nabi atau Rasul. Penekanan Makna/Maksud dari QS. An-Nisaa[4]:171 adalah mutlak untuk membantah-meluruskan ‘penyebutan,penganggapan atau pengangkatan’ Isa AS sebagai Anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri oleh umat kristen, baik dalam arti majasi maupun maknawi. Baca Al-Ahzab: 21 “Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang berharap kepada Allah, hari akhir dan bagi orang yang banyak mengingat Allah.”

       
    • ahmadhumaidi

      Februari 11, 2013 at 1:35 am

      saudara karim, coba anda lihat bible, apakah bible meninggikan Yesus sebagaimana alquran, perhatikan ayat demi ayat bible tentang Yesus adakah Yesus dimuliakan ataukah justru dihinakan, alquran sudah jelas menyebutkan tidak ada perbedaan di antara nabi dan rosul karena semuanya membawa misi yang sama yakni mengajak manusia menghambakan diri hanya kepada Allah Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada sekutu bagi-Nya…

       
  2. IDA

    Januari 28, 2013 at 6:50 am

    En karim..
    al quran diberikan kepada nabi muhammad sebagai nabi akhir zaman… nabi muhammad adalah rasul utusan Allah sebagai kesinambungan tugasan rasul rasul Allah yang telah diutuskan sebelum ini. Tugas Nabi Muhammad adalah bagi mengesahkan benarnya agama yang dibawa oleh rasul-rasul sebelum ini. Tapi nabi isa / jesus tak pernah suruh ummatnya menyembahnya. bermakna kristien bukan agama yang ibawa oleh nabi Isa. Nabi Isa adalah membawa agama tauhid sama dengan rasul-rasu sebelum ini…. jangan keliru dengan agama Allah dn agama yang telah diputar belitkan oleh orang – orang yang tak suka ajaran tauhid..iaitu mengesakan Allah ..
    Al quran adalah kitab yang telah di jamin untuk kekal hingga ke akir zaman …

     
  3. IDA

    Januari 28, 2013 at 6:57 am

    Al quran ditujukan pada Nabi Muhammad.. antaa kandungan nya adlah sejarah-sejarah rasul dan umat silam sebagai rujukan nabi Muhammad dan ummatnya.. ia banyak menyebut jesus kerana ia bercerita mengenai jesus/isa kpd nabi muhammad…
    Islam adalah agama selamat bukan sahaja fokus di alam dunia sebagai sementara tetapi juga alam akhirat yang kekal abadi… akhirat adalah kekal abadi …dunia hanya jambatan… akhirat adalah matlamat dan dunia hanyalah jambatan ke akhirat.. jangan kandas dijambatan kerana akan kandas di akhirat selama-lama nya…

     
  4. Ali Oncom

    Maret 15, 2014 at 4:35 am

    Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa terdapat berbagai kekhilafan dalam Alkitab, kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan itu pada caranya

     
  5. Eviana Hutabarat

    Juni 20, 2014 at 7:34 am

    Iman tanpa perbuatan adalah mati. Dulu memang kebersihan sebagian dari iman, tapi zaman sudah berubah. Orang yang bersih belum tentu beriman, banyak yang penampilan bersih tapi dia penipu, korupsi, pendemdam, iri hati dan yang bersifat merugikan itu sesungguhnya yang mengharamkan dari pada makanan yang diharamkan. Walaupun makanan haram tapi tidak merugikan orang lain, mungkin pada diri sendiri yg merugikan jika makan berlebihan dan makanan setelah dimakan akan dibuang ke toilet. Karena seringkali kita hanya melihat penampilan dari luar dan kita mudah tertipu. Manusia melihat apa yang didepan mata tapi Tuhan melihat hati. Mengenai puasa, sesungguh puas yang sejati puasa yang rendah hati tidak egois, ia tidak ingin dihormat oleh manusia, tapi hormat yang sesungguh hanya dihormati dari Allah yang mengetahuinya, puasa harus banyak tantangan agar iman dan mental lebih kuat dan jangan marah kalau ada orang yang makan di depan kita,anggap saja sebagai ujian dan puasa yang sejati tidak harus menutup warteg, pedagang makanan kaki lima maupun restoran biarkan saja apa adanya. Kalau puasa yg masih ingin dihormati adalah puasa yang egois,sombong percuma saja dan puasa akan sia-sia. Kalau bisa puasa jangan diketahui manusia dan hanya Tuhan saja yang tahu dan engkau mendapat pahala yang sejati.

     
  6. Eviana Hutabarat

    Juni 20, 2014 at 7:41 am

    Agama diadakan bukan saling membenci tapi saling menghargai, mengasihi dan mengampuni. Orang yang tidak bisa menerima perbedaan adalah orang yang egois dan berpikiran sempit, karena perbedaan adalah suatu keindahan seperti warna pelangi yang berwarna-warni.

     
  7. Brony Abdillah

    September 8, 2014 at 8:47 pm

    Hal terpenting bg kita sbg umat muslim hrs mengimani Rasul tdk terkecuali nabi Isa as
    / jesus (pendapat umat nasrani) . Namun –
    kita jg jgn lengah bhw Nabi terakhir umat –
    Islam adlh nabi Muhammad saw dg 2 buah
    wasiat’y (Al-Qur’an & Al-Hadist) . Mhn jgn
    dijadikan pertentangan .

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: