RSS

Arsip Kategori: Indonesia

KILAS SEMANGAT ISLAM DI PAPUA

Beberapa waktu yang lalu tepatnya 22 Mei hingga 28 Mei 2012, saya mendapatkan kehormatan untuk ikut mendampingi Tim TRIO MUJAHID MUALLAF dalam rangka Road Show Dakwah di Papua Barat. TRIO MUJAHID MUALLAF terdiri atas: Hj.Irena Handono, Insan LS Mokoginta, dan Ust.Syamsul Arifin Nababan

Kota-kota yang kami kunjungi di Papua Barat saat itu adalah Sorong dan Manokwari. Banyak cerita seru selama perjalanan, termasuk betapa menegangkannya ketika Tim TRIO datang di Manokwari yang di klaim sebagai KOTA INJIL MANOKWARI. Tapi, mohon maaf tulisan tersebut masih saya simpan, saya sedang menyusunnya insyaAllah akan dipublikasikan dalam bentuk video dengan judul yang ada di pikiran saya, “TRIO MUALLAF MENEMBUS JANTUNG KOTA INJIL MANOKWARI”. Juga termasuk berbagai fakta tentang kehidupan beragama disana yang tidak diketahui oleh orang-orang diluar Papua. Termasuk kesalah-pahaman selama ini yang ada di pikiran kita terhadap orang-orang Papua.

Emm…walau saya belum menceritakan secara lengkap dan detail di tulisan ini tapi saya ingin berbagi sedikit tentang perjalanan indah yang saya lalui. Silahkan menyimak, saya akan senang sekali jika ada komentar atas apa yang saya upload.

 

Indahnya pantai Manokwari…menatap Pulau Mansinam, sebuah pulau yg menjadi awal masuknya Kristen ke Papua. 5 Februari 1855 Misionaris Eropa, Ottow dan Geisiser menginjakkan kaki di bumi Cendrawasih. Yahh…itu baru abad 19, sedangkan mushaf AlQuran diterima oleh muslim di Fak-fak Papua pada abad ke-13

 

 

Manokwari di kenal sebagai KOTA INJIL. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa sesungguhnya menurut data statistik kependudukan, JUMLAH MUSLIM di MANOKWARI adalah 53,13% !!!
Alhamdulillah, dan berkat perjuangan muslim Manokwari, Raperda Kota Injil Manokwari SUDAH DIGAGALKAN. Dan sebutan Manokwari Kota Injil adalah sebuah klaim sepihak tanpa landasan yg kokoh. Dan tak lama klaim bohong ini akan lenyap, setelah dunia tahu, muslim disana jauh lebih besar dan mempunyai sejarah yang mengakar lebih kuat.

 

Tabligh Akbar di wilayah Transmigran Jawa di MANOKWARI. “Sangat haus akan dakwah Islam”. Subhanallah…

 

 

 

 

 

Pada merekalah masa depan Papua, insyaAllah!

 

 

 

 

 

Duduk diantara Muallaf… ^_^
Sambil mencoba kirim SMS/BBM, ….gagal! Gak dapet signal! ckckckk… tapi sadar kameraa…teteepp ^_^
Lokasi: Ponpes Hidayatullah di Manokwari

 

 

 

 

 

Gadis kecil Manokwari, dia punya nama…Princes

Iklan
 
17 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 10, 2012 in Indonesia

 

Kekayaan Papua & Rekayasa Konflik

Kekayaan Papua & Rekayasa Konflik

*Oleh : Sally Sety

Tanah air kita diibaratkan bagai “sekeping surga yang diturunkan Tuhan ke bumi.” Itulah Rahmat Allah yang dianugerahkan-Nya kepada bangsa Indonesia. Kemana pun kaki melangkah atau mata memandang akan terlihat tanah yang subur, pepohonan yang rindang, serta sawah ladang terbentang, belum lagi apa yang dikandung oleh buminya.

Kekayaan Papua

Di Sorong Papua, terdapat minyak bumi dengan jumlah yang sangat besar, nikel di pulau Gag, mutiara di Waigeo, Bantata dan Misol. Selain Sorong, batu bara adan gas bumi juga terdapat di Jayapura, Membramo, Yapen Waropen dan Manokwari yang mempunyai deposit terbesar di seluruh daratan Papua. Di Timika, penambangan emas dan tembaga mencapai 200.000 ton perhari, belum terhitung perak, platina, nikel, batu bara, kapur, marmer, kaolin serta batu gamping.  (Walhi.or.id)

Pegunungan Papua merupakan tambang emas terbesar di dunia dengan cadangan terukur kurang lebih 3.046 ton emas, 31 juta ton tembaga dan 10 ribu ton perak yang masih bisa dikeruk hingga 34 tahun mendatang.

Rekayasa Konflik

Ditengah himpitan krisis ekonomi dunia yang demikian hebat, kekayaan alam Papua menjadi magnet yang sangat kuat bagi berbagai pihak untuk menguasainya, merampasnya dari Indonesia. Provokasi untuk disintegrasi telah dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang berkepentingan.

Munculnya OPM (Organisasi Papua Merdeka) lalu diikuti propaganda kebencian terhadap Pemerintah Pusat menumbuhkan bibit-bibit perpecahan di dalam masyarakat Papua. Berbagai gesekan sosial yang meresahkan untuk memancing konflik telah terjadi berulang kali, pengibaran bendera OPM serta kerusuhan yang kerap terjadi di Timika ternyata belumlah cukup menjadi bahan bakar untuk meletupnya sebuah konflik di Papua. Dan upaya provokasi masyarakat di luar Papua pun dilakukan. Kali ini mengangkat isue agama sebagai bahan untuk menimbulkan konflik.

Masyarakat Papua yang baru mengenal peradaban sesungguhnya tidak terlalu fanatik terhadap agama. Jumlah perbandingan Muslim dan Non-Muslim cukup berimbang di sana. Masalah perbedaan agama sesungguhnya bukan sebuah masalah bagi masyarakat Papua. Di Papua Barat mereka mengenal filosofi “satu tungku tiga batu”. Yang artinya, agama keluarga ada tiga yaitu Islam, Katolik, dan Protestan. Dalam falsafah itu ada unsur-unsur yang disepakati, yaitu sebagai satu saudara maka harus satu hati. Bila hati sudah bersatu,  tak ada kekuatan apapun yang mampu melawannya. (Republika.com)

Namun akhir-akhir ini upaya memunculkan konflik nampak makin giat dilakukan sebagian pihak. Tidak berhasil memprovokasi dari dalam, mereka kini memprovokasi masyarakat di luar Papua. Salah satu bentuk provokasi tersebut adalah beredarnya isu tentang Kota Injil Manokwari. Provokasi ini beredar dalam bentuk :

–          SMS

–          Penggalangan opini lewat Facebook, Grup “1.000.000 Facebooker Tolak Kota Injil Manokwari”. Grup ini dibuat pada 23 November 2009.

–          Penggalangan opini, Grup “10 juta masyarakat tolak manokwari jadi kota injil”. Grup ini baru dibuat 17 Desember 2009.

–          Email, Mailinglist

Dengan kalimat provokasi demikian,

Pemda Manokwari melarang azan dengan suara yang keras, melarang umat islam yang wanita untuk menggunakan jilbab, mereka menerapkan wajib injil di semua sekolah termasuk siswa Muslim, kristenisasi berhasil sekitar 60% per tahun… ini ancaman kita Umat Islam…!!! Sebarkan!

Isi dari berita ini tentu memancing kemarahan sebagian muslim. Bahkan demikian gencarnya provokasi ini dilakukan,  hingga di masjid-masjid wilayah Jakarta, Bekasi hingga Bandung, ketika khutbah Jumat, para Khatib ikut-ikutan menyampikan isu bohong ini.

Di Masjid M.Ramadhan Bekasi, Ahad (03/01/’10), Ustad Abu Bakar Ba’asyir mengancam akan menurunkan Mujahidin ke Papua.

“Kalau nanti (Manokwari) sudah jadi kota Injil, orang dilarang berjilbab, dilarang azan, dilarang bikin masjid, umat Islam harus menentang itu.  Kalau itu betul-betul terjadi, saya berpendapat mengirimkan mujahidin ke sana, seperti Poso kemarin!”

Penguasaan Kekayaan Papua Lebih Leluasa

Jika kerusuhan massa terjadi di Papua, maka bisa dipastikan seperti yang sudah terjadi di Timor-Timur, Pasukan PBB dan Australi akan turun tangan. Kedaulatan RI akan diacak-acak lalu dengan seenaknya mereka akan memaksa pemerintah pusat melakukan referendum. Dan masih serupa seperti  kasus di Timor-Timur yang sekarang sudah berubah nama menjadi Timor Leste, hasil referendum akan di manipulasi. Tujuan mereka hanya satu, MELEPASKAN PAPUA DARI NKRI. Dan setelah itu maka kue lezat yang bernama Papua ini akan lebih leluasa dinikmati Freeport McMorran dan berbagai korporasi-korporasi raksasa dunia.

Kondisi Papua Saat Ini

Lalu sebenarnya bagaimana kondisi masyarakat Papua saat ini? Saat ini tidak ada ketegangang apapun di sana. Baik di Papua maupun Papua Barat khususnya Manokwari. Masjid masih berdiri, adzan masih berkumandang, muslimah berjilbab masih bebas berjalan-jalan di pasar dan melakukan aktivitasnya, pengajian-pengajian masih berjalan seperti sedia kala.

Sesungguhnya Papua adalah asset bangsa Indonesia. Adalah tugas muslim Indonesia untuk menjaga stabilitas keamanan Papua untuk tetap dalam pelukan NKRI. Membantu masyarakat di Papua bukanlah dengan mengirimkan Ahli Perang, tapi para ahli pembangunan. Ahli kesehatan, ahli manajement, Sarjana Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Arsitek, Guru, Ustad yang kesemuanya saling bersinergi membangun sumber daya manusia Papua dan mengolah sumber daya alam Papua bagi kemaslahatan bangsa Indonesia, khususnya mengangkat rakyat Papua agar sama tinggi dengan masyarakat dibelahan bumi Indonesia yang lain.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, periksalah (berita itu) dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu malapetaka kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (Al – Hujarat : 6).

Mungkin niat sebagian saudara-saudara di Jakarta dengan ikut-ikutan menyebarkan isu Kota Injil Manokwari adalah baik, dalam rangka membantu saudara sesama muslim disana. Tapi hendaklah kita semua berhati-hati dalam menerima sebuah berita apalagi ikutan menyebarkannya. Karena jangan sampai niatan yang baik ini justru malah dimanfaatkan oleh orang-orang Kelompok Pelestari Konflik.

Bekasi, 8 Januari 2010

Penulis adalah :

– Pimred Majalah ARANA

– Humas Pengurus Pusat Gerakan Muslimat Indonesia

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 8, 2010 in Indonesia