RSS

Kenapa Al-quran lebih meninggikan Yesus/Al Masih?

Kenapa Al-quran lebih meninggikan Yesus/Al Masih? Pendapat ini tidak tepat. Al-Quran tidak lebih meninggikan nabi Isa as ketimbang Rasulullah Muhammad SAW.

Nabi Isa ‘alaihissalam disebut sebanyak 25 kali dalam Al-Qur’an. Sedangkan nama Muhammad SAW hanya disebutkan 4 kali dalam Al-Quran. Memang lebih banyak nama Nabi Isa ‘alaihissalam yang disebutkan namanya dari pada nama Nabi Muhammad SAW. Semua ini menunjukkan a/l:

– Ajaran Islam menghormati nabi Isa as.

Nabi Isa memang benar-benar seorang nabi yang wajib diimani dan dihormati sebagaimana  nabi-nabi yang lainnya.

Penghormatan ini telah Allah tetapkan sebagai antisipasi agar umat Islam tidak menjadi salah paham terhadap nabi Isa as yg diakibatkan oleh kesesatan yg dilakukan Gereja dan umat Kristen yang mengaku penganut nabi Isa as. Padahal sesungguhnya mereka bukan penganut ajaran nabi Isa as tetapi ajaran Paulus dan gereja.

Penghormatan kepada nabi Isa dalam pandangan Islam berbeda dengan pandangan kristiani. Islam tidak menuhankannya, Islam hanya mengakuinya sebagai manusia biasa, namun beliau menerima wahyu dan syariah yang berlaku untuk kaumnya saja.

Adapun untuk umat Islam, yang dijadikan sandaran dalam hukum syariah adalah sikap dan teladan Nabi Muhammad SAW.

– Adanya Kaitan antara nabi Isa as dan nabi Muhammad saw

Sebenarnya hubungan antara agama yang dibawa nabi Isa dengan yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW berasal dari sumber yang sama. Kecuali kemudian orang-orang sesat menyelengkan peninggalan beliau dan menggantinya dengan agama yang mereka karang sendiri.

Dan karena hubungannya sangat dekat, tidak aneh kalau nama Nabi Isa diulang-ulang sebagai 25 kali dalam Al-Quran.

Bahkan hubungan Islam dengan nabi Musa dan umatnya juga sangat erat. Tahukah anda, berapa kali kata Musa terulang-ulang di dalam Al-Quran?

Jawabnya adalah kata Musa diulang sebanyak 131 kali.

– Yang Penting Bukan Berapa Banyak Penyebutannya

Selain itu buat umat Islam, tidak ada masalah bila nama nabi Muhammad SAW hanya disebut 4 kali saja di dalam Al-Quran. Sebab yang penting bukan penyebutannya namanya, melainkan kita semua tahu bahwa seratus empat belas surat (114) surat dan 30 juz yang ada dalam Al-Quran memang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.

Jadi kalau keseluruhan Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, buat apa lagi nama beliau harus selalu disebut-sebut.

Dan yang penting, kemuliaan suatu makhluq tidak ditentukan dari berapa kali namanya disebutkan di dalam Al-Quran. Tahukah anda, berapa kali kata Syaithan disebutkan di dalam Al-Quran? Jumlahnya tidak kurang dari 62 kali.

Apakah kita akan menghormati syaithan? Tentu saja tidak.

Tahukah Anda berapa kali kata Iblis diulang-ulang di dalam Al-Quran? Jawabnya adalah 11 kali. Apakah kita akan menghormati iblis hanya karena namanya diulang 11 kali dalam Al-Quran? Tentu saja tidak.

Di sisi lain, sebenarnya setiap kali ada ayat Al-Quran yang dimulai dengan kata Qul (katakanlah), itu merupakan dialaog Allah kepada beliau SAW untuk mengatakan sesuatu atau menyampaikan sesuatu. Dan kalau dihitung-hitung, jumlahnya mencapai 300 lebih.

Iklan
 
9 Komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2012 in Uncategorized

 

Yesus Pendiri Kristen?

Ada sebuah tulisan yang menyatakan bahwa,
“Tuhan Yesus Kristus menjadi pendiri agama Kristen dengan kitab Injilnya (Perjanjian Baru)”.

Kalau kita yang mengikuti pembahasan Kristology (ilmu yang mempelajari tentang agama kristen) dari awal, tentunya kita paham bahwa pendapat tersebut tidak tepat.

Pertama, sebagai pengamat kristologi tentu tidak akan mau menyebut Yesus sebagai tuhan, apalagi melengkapi dengan sebutan ‘kristus’. Karena Yesus bukan tuhan. Dan sebutan ‘kristus’ adalah sebutan pujaan tambahan yang ditempelkan oleh gereja. Tentu bagi muslim menolak ini semua. Kalau kita menyebut ‘Yesus kristus’ dalam rangka mengutip ucapan umat kristen itu wajar. Tapi kita tidak akan mau ikut-ikutan mengakui Yesus sebagai kristus apalagi menambah-nambahi dengan sebutan tuhan. Dia bukan tuhan. Dan itu sudah jelas bagi kita.

Kedua, ‘Yesus pendiri agama kristen’. Ini juga tidak tepat. Yesus atau Jesus adalah nama hasil translasi. Dalam bahasa latin mereka menyebutnya Iesus, dalam bahasa Yunani mereka menyebutnya Iesous, dalam bahasa Aramaic/Ibrani mereka menyebutnya Yesua kemudian menjadi Yehesua, Joshua dan dalam bahasa Arab yang memiliki kedekatan dengan bahasa Ibrani disebut sebagai Isa. Yesus atau Isa as adalah manusia biasa, seorang nabi yang mengemban risalah dari Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Maaidah ayat 75.

“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”

Maksudnya ialah: bahwa Isa a.s. dan ibunya adalah manusia, yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperti makan, minum dan sebagainya.

Yesus bukan pendiri agama kristen hal ini kita ketahui dari kajian kristology yang telah kita ikuti. Justru Paulus lah adalah pendiri pertama kristen.

Kisah Para Rasul  11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Paulus membuat doktrin sesat dengan menyatakan Yesus adalah tuhan serta mengangkat dirinya sebagai Rasul dari Yesus. Padahal orang ini walau hidup sejaman dengan Yesus, tapi sama sekali tidak pernah bertemu dengan Yesus, tidak pernah mendengar Yesus berbicara. Dan bahkan dia dibayar oleh tentara Romawi sebagai ‘hit-man’ pembunuh bayaran yang membunuh dan menyeret para pengikut Yesus ke meja pengadilan Romawi.

Paulus benar-benar telah merombak total ajaran-ajaran Yesus. Jika nabi Isa as diutus Allah SWT untuk meluruskan kembali hukum-hukum taurat yang telah diselewengkan oleh rabih-rahib Yahudi, maka Paulus justru meniadakan hukum-hukum taurat.
Roma  3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Roma  4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.
Roma  4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.
Roma  4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.
Roma  6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia

Jika ada yang penasaran dan bertanya, “Roma itu apa sih?”, Roma adalah sebutan kitab kecil dalam kumpulan Kitab Perjanjian Baru. Bibel terdiri atas dua kitab : Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Roma sendiri adalah sebuah surat yang dikarang oleh Paulus, demikian pembuktiannya:

Dalam pembukaan surat Roma, pasal 1 ayat 1 dikatakan demikian:
“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.”

Nah, makin jelaslah. Roma adalah surat ciptaan Paulus yang dimasukkan dalam Bibel dan oleh doktrin Gereja disebut Kitab Suci. Dan lebih jelas lagi, Paulus menyatakan dirinya adalah ‘Rasul’. Ia mengaku mendapat tugas memberitakan Injil Allah, tapi pada kenyataannya dia mengubah total Injil yang dibawa oleh Yesus, dan menyesatkan ajaran Yesus.

Lebih lanjut tentang bagaimana penyesatan ajaran Paulus, saya membahasnya tuntas dalam tulisan “Siapa Paulus”.

Ketiga, Kitab Injil = Perjanjian Baru.
Kembali lagi, jika pengamat Kristology, tentu tidak akan menyatakan demikian. Karena pengamat kristology tentu tahu, apa saja yang disebut ‘Injil’ dalam kitab Perjanjian Baru. Dan apa saja kitab-kitab yang tergabung dalam Perjanjian Baru.

Perjanjian Baru terdiri atas 27 kitab. Empat kitab pertama disebut Injil, yakni: Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Apakah ada Injil Isa as atau Injil Yesus dalam Bibel/Alkitab? tidak ada. Injil sebagaimana yang ada dalam Bibel, adalah rekam sejarah, ucapan, sikap Yesus yang diterima oleh pengikutnya dan kemudian ditulis beberapa waktu kemudian. Sehingga disebutlah Injil Matius, yang maksudnya Injil yang diriwayatkan Matius, Injil Markus, dsb. Sesungguhnya sebelum Konsili Nicea 325M, ada ratusan Injil yang lain. Termasuk Injil Maria, Injil Philip yang ditemukan di Qumran, Nag Hamadi. Namun injil-injil ini dilenyapkan oleh penguasa Romawi dan dikategorikan apokripa oleh gereja, yang artinya tidak boleh dibaca.

Pembahasan tentang Injil ini ada dalam buku “Bibel Bukan Injil”, serial Kristology yang di tulis oleh Hj.Irena Handono. Disana dibahas lengkap hingga kepada pengakuan-pengakuan tokoh gereja dan ilmuwan kristen tentang penyimpangan, salah kutip, salah terjemah yang terdapat dalam Bibel.

Nah, demikianlah. Jika kemudian ada tulisan yang menyatakan “Paulus menjadi pendiri kedua agama Kristen sesudah Yesus Kristus”. Maka kita sudah bisa menanggapi nya. Pendapat tersebut tidak benar, dan tidak memiliki sandaran data sama sekali.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 28, 2012 in Uncategorized

 
Taut

Assalamualaikum

Mari sejenak mengirim Al-Fatihah kepada saudara-saudara Muslim kita di Indonesia.

Sebelum saya menulis panjang untuk entry kali ini, saya mau mengajak kawan-kawan menonton video di bawah ini. #SaveMaryam

Kawan-kawan saya sekalian, kabar buruk menimpa sahabat Muslim kita di Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar sedunia. Umat Islam di Indonesia mencapai 88% dari seluruh populasi Indonesia, atau sekitar 200 juta jiwa. MashaAllah. Namun, belakangan umat Muslim Indonesia berkurang secara signifikan dan konsisten. Menurut data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk majoritas Islam. Dan jika pemurtadan dari Islam ini masih berlanjut, Indonesia akan mencapai poin di mana umat Kristen menjadi penduduk majoritas. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Mengapa ini bisa terjadi? Well, kita bisa melihat dari kondisi ekososial di negara dengan penduduk sekitar 240 juta jiwa yang sangat memprihatinkan. Banyak yang meramalkan Indonesia akan mencapai status negara maju tidak lama lagi. Sebagai salah satu negara the Group of Twenty (G20), pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk stabil dan menuju ke arah baik. Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2011, misalnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tumbuh sebesar 6.5 persen. Ironisnya, angka kemiskinan masih menghantui pertumbuhan ekonomi ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan sampai pada tahun 2011 mencapai 30 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari seluruh populasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat megah di pusat negara, di Pulau Jawa, di kota-kota besar saja. Indikatornya masih melihat pada pendapatan perkapita yang disumbangkan oleh golongan kelas menengah. Konsekuensinya, golongan miskin seolah-olah terselubungi. Masih berjuta-juta rakyat Indonesia yang tidak mendapat akses pendidikan, pelayanan kesehatan, listrik, air bersih, dan fasilitas umum negara lainnya. Mereka hidup di jalanan ibu kota, di bawah jembatan, di tepi sungai yang penuh dengan sampah. Ada pula yang hidup di pedalaman yang tidak terjamah oleh kebijakan pemerintah. Dan mereka inilah golongan miskin beragama Islam yang merana dan putus asa. Akibatnya, dengan iman yang minim, keyakinan pun mudah tergugah. Hanya dengan iming-iming kekayaan secuil, mereka akhirnya pindah agama. Astaghfirullah.

Terlepas dari iman yang lemah, pemurtadan di Indonesia juga digerakkan oleh kristenisasi oleh para misioner Kristen. Gereja-gereja di Indonesia gencar mencanangkan dan menyebarkan misi mengkristenkan umat Islam. Berbagai cara mereka lakukan. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan agenda kristenisasi yang dilakukan oleh umat Kristen Indonesia:

1. Larangan Keluarga Berencana/KB (Family Planning) di kalangan umat Kristiani
Keluarga Kristen dilarang melalukan pembatasan kehamilan. Umat Kristen diharuskan mempunyai anak sebanyak-banyaknya. Pembatasan kehamilan dianggap pembunuhan sesama umat Kristen karena dapat membatasi pertumbuhan jumlah umat Kristen.

2. Dorongan Keluarga Berencana bagi keluarga Islam
Sementara keluarga Kristen giat beranak-pinak untuk menggandakan populasi mereka, anggota gereja semangat menyebarkan idealisme KB di kalangan masyarakat Muslim. Keluarga Muslim digalakkan untuk mempunyai anak sedikit mungkin. Program KB dipaksakan bagi keluarga Islam saja dan tidak untuk keluarga Kristen.

3. Fasilitas ekonomikal bagi keluarga Kristen
Pentingnya memiliki anak yang banyak dalam keluarga Kristen harus diimbangi dengan pentingnya penyediaan economy support untuk menampung pembiayaan membesarkan anak-anak mereka. Untuk itu akses orang Kristen ke sumber-sumber ekonomi perlu diperbanyak dengan membatasi akses orang Islam ke sumber-sumber tersebut. Salah satu caranya ialah dengan memprioritaskan orang Kristen dalam penyediaan lapangan pekerjaan pekerjaan. Bisa jadi, larangan berjilbab dalam bekerja merupakan salah satu misi yang dilakukan.

4. Fasilitas kesehatan diutamakan untuk umat Kristen
Golongan Kristen mempengaruhi pemerintah untuk membangun fasilitas kesehatan dari sumbangan yang mereka berikan. Umat Kristen didorong untuk membangun rumah sakit sebanyak-banyaknya. Ini demikian agar umat Kristen diutamakan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Jika orang Kristen sudah mapan, banyak uang, fasilitas kesehatan pun bisa dibeli. Bagi umat Islam yang mau berobat, biaya yang dikenakan sangat mahal agar mereka makin menderita.

5. Umat Kristen diwajibkan membantu sesama
Umat Kristen yang kaya diwajibkan membantu umat Kristen yang miskin agar mereka tidak didekati oleh pemberi bantuan dari agama lain, teutama Islam. Untuk itu, orang Kristen harus giat mencari sumber kehidupan dan menguasai ekonomi negara.

6. Perbaikan standar pendidikan bagi orang Kristen
Umat Kristen harus menguasai fasilitas pendidikan di Indonesia. Institusi pendidikan yang dimiliki pemerintah perlu mengutamakan orang kaya (yang kebanyakannya orang Kristen) sehingga orang miskin (yang kebanyakannya orang Islam) tidak dapat sekolah atau kuliah. Gereja-gereja Kristen perlu menggalakkan jamaahnya untuk mengenyang pendidikan serta mendirikan sekolah-sekolah atau kampus Kristen.

7. Kristenisasi politik
Orang kristen harus memilih wakil pemerintahan yang mempunyai kebijakan pro-Barat. Kristen di Indonesia mendapat bantuan dari Barat. Golkar merupakan partai yang dikenal pro-Barat. Untuk itu orang Kristen harus menguasai Golkar dan mendorong pemenangan Golkar agar pemerintahan Indonesia dapat dikontrol oleh orang Kristen.

8. Propaganda media
Orang Kristen perlu menguasai industri media dan mengutamakan membuat berita burukyang melibatkan umat Islam agar umat Islam bertengkar sesama sendiri. (Lihat saja kasus korupsi yang dilakukan oleh umat Islam lebih digembar-gemborkan daripada kasus korupsi yang dilakukan oleh orang Kristen).

Masih banyak lagi misi yang dilakukan untuk menjalankan agenda kristenisasi di Indonesia. Poin 1-8 diatas merupakan parafrase dari poin-poin yang ada dalam naskah Jangka Panjang Kristenisasi di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Naskah rahasia itu pernah diterbitkan oleh majalah Crescent International, Kanada, pada November 1988. Misi-misi di atas masih sebagian kecil dari usaha kristenisasi di Indonesia.Tahun-tahun belakangan ini, misionaris Kriten makin terang-terangan menyerap umat muslim untuk memeluk agama Kristen. Mereka mendatangi rumah sakit dan menghibur pasien beragama Islam dan perlahan tapi pasti membujuk pasien ini pindah agama. Mereka juga berselindung disebalik misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan. Menurut The Observer, kelompok misionaris Light of Love for Aceh terang-terangan mengenalkan nilai-nilai Kristen melalui kegiatan amal yang diberikan kepada korban tsunami Aceh. Bahkan mereka berharap dapat membawa anak-anak Aceh ke Jakarta untuk ditempatkan di panti asuhan Kristen.

Begitu gencarnya para kaum misionaris mengkristenkan Indonesia. Orang-orang Kristen memang tidak suka orang Islam berjaya. Sebagaimana yang tertulis dalam QS Al-baqarah ayat 120:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pegetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Maha benar firman Allah SWT. Tidak heran jika kristenisasi terus dilakukan untuk merayu dan mendapatkan umat Islam murtad dari agamanya.

Untuk menghentikan kristenisasi yang sudah marak di Indonesia, sebuah aksi global telah dimulai oleh Mercy Mission Indonesia untuk menyelamatkan sahabat Muslim di Indonesia yang tidak bahagia akan ke-Islam-annya sehingga mudah dipengaruhi oleh golongan missionaris. Mercy Mission merupakan organisasi terdaftar di Inggris yang biasa mengadakan projek berkaitan dakwah Islam. Organisasi ini sudah berpengalaman selama lima tahun terakhir dalam meningkatkan kesadaran di kalangan umat Islam melalui projek amal. Kali ini, Mercy Mission sedang menggalang dana dan kesadaran umat Islam di seluruh dunia untuk menyelamatkan saudara-saudari Muslim di Indonesia yang terancam dimurtadkan melalui projek Save Maryam. Kampanye Save Maryam disebarluaskan di dunia maya melalui Youtube, Facebook, Twitter, Website dan Email. Sementara di dunia nyata, iklan Save Maryam terpampang di berbagai media below the line seperti baliho, poster, spanduk, pamflet, dan sejenisnya.

Sebagai umat Muslim yang peduli sesama serta peduli terhadap agama kita, mari kita dukung gerakan ini sepenuhnya.Untuk membantu Save Maryam, cukup dengan 3 langkah mudah: Watch, Share, Donate. Lihat atau tonton iklan mengenai Save Maryam. Kemudian, daripada menghabiskan waktu di Internet untuk hal-halyang tidak bermanfaat, ada baiknya kita menyebarkan informasi tentang kampanye ini. Dan jika kita ada rezeki lebih, tidak ada salahnya untuk menyumbang sejumlah uang kepada oraganisasi ini.

Bagaimana uang donasi kita akan digunakan? Uang donasi dari saudara-saudara Muslim di seluruh dunia akan digunakan untuk:

1. Melauncing Islamic Youth TV (berbasis di Yogyakarta)
Saat ini media di Indonesia terutama TV telah memberi pengaruh buruk kepada pemuda Muslim di Indonesia. Hedonisme, kapitalisme dan westernisasi serta kulturalisasi Islam yang dipaparkan di TV berpotensi merusak esensi Islam sehingga dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Dengan adanya Islamic Youth TV, diharapkan pemuda Islam Indonesia terpapar dengan acara yang bermutu dan mendidik mereka ke kehidupan yang lebih baik.

2. Melauncing Indonesian Youth Helpline
Indonesian Youth Helpline merupakan call centre yang dihadirkan untuk melayani panggilan Muslim yang mempunyai masalah untuk dibantu. Ini penting agar mereka tidak lari kepada penolong dari agama lain.

Selain memberi donasi langsung kepada Mercy Mission, kita juga bisa memberikan donasi melalui kegiatan seperti yang dianjurkan oleh oraganisasi ini. Kegiatan tersebut diberi nama Iftar For Maryam, yaitu inisiatif bagi kawan-kawan Muslim untuk mengundang kawan serta kerabat dalam acara buka puasa bersama. Melalui buka puasa ini, kawan-kawan dapat menggalang dana yang nantinya dapat disumbangkan untuk projek Save Maryam.

Kesimpulannya, mari kita sama-sama membuka mata akan kenyataan bahwa Islam di Indonesia terancam punah akibat kristenisasi. Oleh itu, sebagai Muslim yang baik, tidak ada salahnya, malah mendapat pahala, kita realisasikan projek ini. Bismillah dengan izin Allah, semoga projek ini berjalan lancar dan mencapai tujuannya sehingga masa depan kehidupan umat Muslim di Indonesia terselamatkan. Amin.

P.s: Lebih lanjut tentang Save Maryam, kawan-kawan bisa klik di SINI

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 26, 2012 in Berita

 

WAKAF BUKU IQRA BAGI ANAK-ANAK MUSLIM PAPUA

WAKAF BUKU IQRA BAGI ANAK-ANAK MUSLIM PAPUA

Berkaitan dengan kunjungan dakwah Hj.Irena Handono ke Manokwari pada 25 Mei hingga 28 Mei 2012 bersama TRIO MUJAHID MUALLAF. IRENA CENTER bekerja sama dengan aktivis dakwah di Papua menyelenggarakan program WAKAF BUKU IQRA BAGI ANAK-ANAK MUSLIM PAPUA.

Saudara-saudari muslim, kami membuka kesempatan agar saudara/i bisa bergabung dalam dakwah ini dengan cara menyumbangkan/mewakafkan BUKU IQRA yang ditujukan ke alamat IRENA CENTER. Batas waktu pengumpulan: 25 Juli – 8 Agustus 2012. Diutamakan buku Iqra. TIDAK MENERIMA sumbangan dalam bentuk UANG.

IRENA CENTER
Taman Villa Baru Blok D no.5
Pekayon Jaya – Bekasi 17148

email: irena_center@yahoo.com
Telp.021-70732223

—————————————
“Bu Sally, ada ngga ya di Jakarta yang mau donasi BUKU IQRA untuk saudara-saudara muslim Papua di pedalaman? Rencana tanggal 14 Ramadhan kami akan kepelosok Papua Barat. Kami butuhkan sebanyaknya untuk 14 Kampung Muslim asli Papua. Per kampung kira-kira akan kami tebarkan 100 buku Iqra.

Planning kami ke lokasi tanggal 14 Ramadan, kami di Manokwari juga sedang kumpulin Mukena, jilbab, baju koko, sajadah, sarung dan kopiah.

Lokasi Muslim Papua terisolir di hutan-hutan rawa sagu. Transportasi satu-satunya yang bisa menjangkau tempat tersebut hanya dengan perahu. Bintuni, Arandai, Kecap, Karya manunggal, Tomu, Kampung Baru, Kamundang, Taroi, Tambani, Tarof, Negri Besar, Kokoda, Nebes, Kokas, Fak-fak & Kaimana. Ini adalah daerah-daerah yang mayoritas penduduk sudah muslim tujuh turunan, namun dakwah Islam di daerah ini sangat jarang. Ini daerah yang sangat haus dakwah Islam. Sekedar informasi, Islam telah masuk ke daerah ini (Papua) ditebar oleh kesultanan Tidore abad 16, Sultan  Mohamad Alting.”

SMS dari Pak Amir Habbe-Aktivis Muslim dari Manokwari.
Kompleks Makassar, Jl.Trikora Wosi, Manokwari – Papua Barat. 98312

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 25, 2012 in Uncategorized

 

Perumpamaan Sup Dalam Pispot

Saat menulis artikel untuk Media Ummat ini, saya sedang berada di Sydney untuk road show dakwah di beberapa kota di Australia.  Sydney, Brisbane, Goldcoast, Melbourne dan Adelaide.  Tepatnya sudah 28 hari saya disini dan akhir April akan kembali ke Indonesia.

Saya mengamati, berbagai permasalahan umat Islam yang terjadi di Australia hampir sama dengan yang terjadi di Indonesia. Masalah pemurtadan dan pendangkalan aqidah pun juga terjadi pada umat Islam disini. Namun bedanya jika di Indonesia, kondisi ekonomi masyarakat muslim umumnya diposisi yang rendah. Namun disini jika tidak dikatakan kondisi ekonomi tinggi tapi mereka mendapatkan kehidupan yang layak dan jika dibandingkan dengan di Indonesia, kondisi ekonomi muslim disini jauh lebih baik.

Tanggal 8 April bertepatan dengan Hari Raya Paskah. Di Indonesia peringatan hari ini tidak terlalu terdengar tapi di Australia Hari Raya Paskah umat Kristen yang disebut Easter Day ini  dirayakan sangat meriah, sama meriah dengan perayaan Natal dan New Year.

Namun yang membuat saya tercenung adalah, masih banyak saudara-saudara kita di negeri perantauan ini yang terseret dalam peringatan-peringatan kaum kafir , dan malahan membatalkan pengajian di hari jumat karena keluarga mereka lebih memilih long week-end keluar kota mengikuti easter show, dsb ketimbang mengajak mereka sekeluarga untuk pengajian.

Di kesempatan lain didalam sebuah taklim, seorang ibu menanyakan tentang hukum mengikuti Easter Show. Beliau juga menjelaskan bahwa menghindari perayaan tersebut sangat sulit karena demikian meriah ramainya, berbagai parade besar diadakan di pusat kota, diskon-diskon besar di mall-mall juga bahkan di sekolah-sekolah umum anak-anak juga digiring memeriahkan Easter. Seiiring dengan pertanyaan ibu tersebut ternyata masih ada juga yang menanyakan hukum mengikuti perayaan Christmass atau Natal.

Bagi kita yang di Indonesia, dengan adanya fatwa MUI tentang haramnya hukum merayakan Natal bagi umat Islam, dan gencarnya sosialisasi para pendakwah di tiap bulan desember tentang perayaan ini dan banyak buku-buku dan tulisan yang mengungkap kebohongan perayaan 25 desember ini, insyaAllah umat Islam di Indonesia sudah paham. Bahwa HARAM hukumnya mengikuti peringatan Natal.

Namun bagaimana tentang Paskah atau Easter? Apakah umat Islam memahami esensi perayaan ini sebagaimana tentang kasus Natal? Mungkin di Indonesia yang negeri mayoritas berpenduduk muslim, Easter/Paskah tidak dijadikan sarana pendangkalan aqidah atau pemurtadan. Tapi di Australia, peringatan Easter dijadikan sarana pendangkalan aqidah bagi umat Islam.

Apa sesungguhnya Easter atau Paskah?

Istilah Easter berakar dari bahasa Inggris Kuno Ēastre atau Ēostre. Nama ini mengacu pada nama Dewi Ēostre/ Astarte dari budaya Anglo-Saxon di Jerman. Festivalnya disebut Ostara, yakni untuk menghormati Astarte (dewi kesuburan) yang berlangsung di awal musim semi.  Kenapa ada simbol kelinci dan telur? Simbol kelinci dipakai sebagai lambang kesuburan karena kelinci adalah binatang yang mudah beranak-pinak. Dan telur sebagai simbol awal kehidupan.

Easter, sebuah festival untuk menghormati Astarte, dewi kesuburan, yang dilambangkan kelinci dan telur sebagai simbol-simbol kesuburan umum dalam budaya pagan. (Encyclopedia Britannica, 1982 Edition, vol. 4, halaman 501.)

Lalu bagaimana budaya Pagan “Easter” berubah menjadi hari Kebangkitan Yesus sebagai Tuhan? Dalam Konsili Nicea 325M, Konstantin penguasa tertinggi Romawi demi menyelamatkan imperiumnya. Ia membuat agama Hybrid, mencampurkan polyteisme yang berasal dari agama pagan dan monoteisme yang berasal dari agama Yahudi dalam suatu konsep baru yang disebut Trinitas. Tiga dalam satu, satu dalam tiga.

Dengan mengikuti ajaran Paulus, maka Kaisar Konstantin menetapkan hari Paskah (Easter) sebagai hari kebangkitan Yesus. Yesus dikatakan mati setelah disalib lalu dikuburkan dan setelah tiga hari kemudian bangun/bangkit dari kematian untuk naik ke langit dan duduk di kanan tuhan Bapa. Orang Kristen berdalih, manusia biasa tidak mungkin melakukan hal tersebut, sehingga ‘masuk akal lah Yesus adalah tuhan’.

Perumpamaan Sup Dalam Pispot

Saya menjelaskan betapa terlarangnya umat Islam mengikuti budaya-budaya kafir tersebut dengan perumpamaan sup dalam pispot. Kisahnya, ketika saya diundang ke sebuah daerah terpencil di pedalaman, ibu-ibu majlis taklim disana menyambut tamu-tamu dari ibu kota sebaik yang mereka bisa lakukan. Ketika ceramah usai dan acara ramah-tamah dimulai disajikanlah hidangan makan siang disalah satu rumah tokoh adat.  Diantara beberapa makanan daerah, ada makanan spesial  yang sengaja mereka buat yakni sup ayam. Sup dihidangkan dalam sebuah wadah keramik putih baru yang sengaja mereka beli dari pasar beberapa hari sebelumnya.

Pak Camat selaku tokoh paling dihormati mendapatkan kesempatan untuk mempersilahkan tamu-tamu dari ibu kota untuk masuk ke ruang makan. Begitu melihat sup tersebut diatas meja makan, sontak wajah Pak Camat jadi merah dengan mata melotot setengah membentak beliau memerintahkan agar wadah sup diganti. Rupanya wadah sup tersebut adalah pispot.

Mengapa Pak Camat malu? Karena pispot adalah wadah yang sangat tidak layak untuk makanan. Bagi ibu-ibu yang tidak tahu mungkin wadah pispot sama saja dengan wadah-wadah yang lain, tapi bagi yang tahu, tentu wadah pispot sangat menjijikkan jika digunakan sebagai wadah makanan, walaupun wadah tersebut adalah wadah baru yang sama sekali belum pernah digunakan sebelumnya.

Demikianlah juga dengan perayaan Natal, Easter, Valentine, April Mop. Semuanya adalah perayaan kaum kafir. Yang sesungguhnya sangat menjijikkan jika muslim terlibat ikut-ikutan merayakannya.  Walaupun ada yang berdalih perayaan-perayaan tersebut hanya untuk ‘fun-fun’ saja, menjaga hubungan kekerabatan, dsb. Maka, sejauh mana menjijikkannya, insyaAllah dengan “Iqra” membaca, mempelajari sejarah peradaban Islam, kita akan mengetahuinya.

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 4, 2012 in Uncategorized

 

KILAS SEMANGAT ISLAM DI PAPUA

Beberapa waktu yang lalu tepatnya 22 Mei hingga 28 Mei 2012, saya mendapatkan kehormatan untuk ikut mendampingi Tim TRIO MUJAHID MUALLAF dalam rangka Road Show Dakwah di Papua Barat. TRIO MUJAHID MUALLAF terdiri atas: Hj.Irena Handono, Insan LS Mokoginta, dan Ust.Syamsul Arifin Nababan

Kota-kota yang kami kunjungi di Papua Barat saat itu adalah Sorong dan Manokwari. Banyak cerita seru selama perjalanan, termasuk betapa menegangkannya ketika Tim TRIO datang di Manokwari yang di klaim sebagai KOTA INJIL MANOKWARI. Tapi, mohon maaf tulisan tersebut masih saya simpan, saya sedang menyusunnya insyaAllah akan dipublikasikan dalam bentuk video dengan judul yang ada di pikiran saya, “TRIO MUALLAF MENEMBUS JANTUNG KOTA INJIL MANOKWARI”. Juga termasuk berbagai fakta tentang kehidupan beragama disana yang tidak diketahui oleh orang-orang diluar Papua. Termasuk kesalah-pahaman selama ini yang ada di pikiran kita terhadap orang-orang Papua.

Emm…walau saya belum menceritakan secara lengkap dan detail di tulisan ini tapi saya ingin berbagi sedikit tentang perjalanan indah yang saya lalui. Silahkan menyimak, saya akan senang sekali jika ada komentar atas apa yang saya upload.

 

Indahnya pantai Manokwari…menatap Pulau Mansinam, sebuah pulau yg menjadi awal masuknya Kristen ke Papua. 5 Februari 1855 Misionaris Eropa, Ottow dan Geisiser menginjakkan kaki di bumi Cendrawasih. Yahh…itu baru abad 19, sedangkan mushaf AlQuran diterima oleh muslim di Fak-fak Papua pada abad ke-13

 

 

Manokwari di kenal sebagai KOTA INJIL. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa sesungguhnya menurut data statistik kependudukan, JUMLAH MUSLIM di MANOKWARI adalah 53,13% !!!
Alhamdulillah, dan berkat perjuangan muslim Manokwari, Raperda Kota Injil Manokwari SUDAH DIGAGALKAN. Dan sebutan Manokwari Kota Injil adalah sebuah klaim sepihak tanpa landasan yg kokoh. Dan tak lama klaim bohong ini akan lenyap, setelah dunia tahu, muslim disana jauh lebih besar dan mempunyai sejarah yang mengakar lebih kuat.

 

Tabligh Akbar di wilayah Transmigran Jawa di MANOKWARI. “Sangat haus akan dakwah Islam”. Subhanallah…

 

 

 

 

 

Pada merekalah masa depan Papua, insyaAllah!

 

 

 

 

 

Duduk diantara Muallaf… ^_^
Sambil mencoba kirim SMS/BBM, ….gagal! Gak dapet signal! ckckckk… tapi sadar kameraa…teteepp ^_^
Lokasi: Ponpes Hidayatullah di Manokwari

 

 

 

 

 

Gadis kecil Manokwari, dia punya nama…Princes

 
17 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 10, 2012 in Indonesia

 

PROFIL IRENA CENTER

Sesungguhnya upaya pemurtadan (ajakan pindah agama) oleh non-Islam sudah terjadi sejak lama di dunia ini yang tidak akan pernah berhenti hingga akhir zaman. Dan Allah SWT -pun telah memperingatkan kita dalam Al-Quran antara lain dalam surah Al-Baqarah: 120 dan surah An-Nisaa: 89

“Orang Yahudi dan Nasrani tidak merasa senang terhadap engkau ya Muhammad, sebelum engkau menuruti agama mereka, jawablah, bahwa petunjuk Allah jualah (agama Islam) yang sebenar-benarnya petunjuk. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu (QS 2: 120).

“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir, sebagaimana mereka telah menjadi kafir (QS 4:89)

Namun gerakan pemurtadan di Indonesia baru terdengar menjelang tahun 2000-an. Ini bisa jadi akibat dibukanya kran kebebasan berpendapat dan pers di era Reformasi sehingga ummat lebih mudah mendapatkan info-info seperti ini yang dahulunya tertutup yang dikategorikan sebagai SARA dan dianggap berpotensi mengganggu stabilitas negara.

Berbagai macam modus pemurtadan telah dilancarkan. Dari pembangunan gereja-gereja liar, hingga cara penyebaran narkoba yang dilakukan oleh misionaris dari Yayasan Sekolah Tinggi Theologi (STT) Doulos, di Lembang, Bandung. Para pemuda diwilayah itu diberi minuman keras dan obat terlarang sampai kecanduan, setelah itu mereka disembuhkan di panti rehabilitasi Doulos sambil dicekoki dengan ajaran-ajaran Kristen. Serta modus pemurtadan berupa kesaksian palsu, selebaran dan buku-buku yang berkedok Islam, kegiatan-kegiatan sosial seperti di Aceh, Sumbar, Bekasi, dsb.

Dan seperti sebuah kebetulan, diwaktu yang hampir bersamaan tersebut upaya-upaya pendegradasian Islam melalui Jaringan Islam Liberal terjadi secara terbuka dan terang-terangan. Mereka menciptakan dan menyebarluaskan pemikiran bahwa ‘Semua Agama Sama’. Membuat buku-buku yang berisi pemikiran-pemikiran meliberalkan agama, kegiatan-kegiatan seperti Perayaan Natal Bersama, dukungan terhadap sejumlah aliran sesat, dsb yang kesemuanya bertujuan satu yaitu untuk mendangkalkan aqidah ummat Islam.

Fakta demikian banyak di lapangan tentang Pemurtadan yang secara umum dilakukan oleh misionaris Kristen dan Pendangkalan Aqidah yang dilakukan oleh Jaringan Islam Liberal (JIL) rupanya benar-benar membuka mata ummat Islam terhadap peringatan Allah SWT di surah Al-Baqarah : 120.

Tahun 2003 muncul buku Robert Morrey dengan judul The Islamic Invasion. Yang seharusnya buku ini dilarang diedarkan tapi oleh sekelompok oknum malah dibedah dalam sebuah seminar yang kemudian keesokan harinya buku ini sudah beredar luas di pasar buku pinggir jalan di Jakarta dengan harga jual tidak masuk akal, hanya Rp.5000,. Tak pelak buku ini menjadi laris bak kacang goreng. Hujatan terhadap Islam yang awalnya hanya beredar di dunia maya namun semenjak itu menjadi perbincangan di dunia nyata. Hingga kemudian datanglah seorang ibu-ibu mualaf anggota sebuah Majlis Taklim kepada Hj.Irena Handono. Ibu tersebut mempunyai anak-anak remaja dan dia kesulitan menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang benar dan opini-opini yang bersumber dari tulisan Robert Morrey adalah fitnah. Dia hampir terpengaruh oleh tulisan buku tersebut dan hampir saja melepas aqidahnya akibat kecewa pada gambaran Islam yang disampaikan dalam buku The Islamic Invasion.

Dan berawal dari situlah Hj.Irena Handono menulis sebuah buku yang berjudul ISLAM DIHUJAT yang menjawab semua Fitnah Robert Morrey. Keprihatinan mendalam terhadap aqidah umat mendorong beliau mendirikan Irena Center sebagai sebuah lembaga yang mampu menghadang pemikiran-pemikiran yang berupaya menghancurkan Islam. Pada tanggal 27 Rajab 1425 H / 12 September 2004 berdirilah Yayasan dimuat dalam akta Notaris No 1 tertanggal 4 Oktober 2004 dibuat dihadapan H Syarif Siangan Tanudjaya SH, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya. Berlokasi di Perumahan Taman Villa Baru Blok D/5 Pekayon Jaya, Bekasi. Irena Center berasaskan Islam, bergerak dalam bidang dakwah Islam sebagai organisasi independen dan non pemerintah.

Peresmian Irena Center dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 3 Oktober 2004 lalu bertempat di Masjid Raya Pondok Indah. Hadir pada kesempatan itu antara lain Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Ust. Husein Umar (alm); Ketua Dewan Masjid, H.Sutarmadi, KH.Cholil Ridwan dari MUI, dan sejumlah tokoh umat yang lain.

Sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang dakwah Islam, pada aktivitasnya Irena Center memprioritaskan pada bidang Kajian Perbandingan Agama dan kegiatan pembinaan ummat Islam khususnya muallaf. Motto lembaga adalah Pembentengan Aqidah Ummat dan Pembinaan Muallaf. Alhamdulillah seiring dengan waktu Irena Center terus berkarya guna terwujudnya ummat Islam yang berkualitas yang selalu menyeru kepada Allah, bermanfaat bagi semesta alam dan terwujudnya generasi Qurani.

Eksistensi Irena Center diharapkan menjadi sebuah jalan bagi terwujudnya Islam sebagai Rahmat seluruh alam.

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”. (Al-Anbiyaa : 107)

Pembina Muallaf

Sebagai lembaga Pembina Muallaf, Irena Center hadir di tengah ummat berusaha memahami kebutuhan muallaf. Muslim baru membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga. Perpindahan agama bukanlah perkara sederhana. Peristiwa ini bukan hanya melibatkan sebuah pribadi tapi juga sanak keluarga dan lingkungan sekitar.

Fokus pembinaan muallaf diarahkan pada empat hal. Pertama adalah sterilisasi akidah dari pemahaman yang menodai fitrah. Kedua, sinkronisasi penyampaian pesan wahyu. Ketiga, stabilisasi menyampaikan ajaran Islam dengan metode dan cara penyampaian yang dapat dinalar dan diterima oleh hati nurani dan kelima. Standarisasi pengamalan wahyu.

Pembenteng Aqidah Ummat

Sebagai lembaga Pembentengan Aqidah Ummat, Irena Center bergerak aktif meng-counter fitnah terhadap Islam dan pemikiran-pemikiran liberal yang bertujuan mendangkalkan aqidah ummat. Pada tahun 2008, Hj.Irena Handono meluncurkan buku dengan judul MENYINGKAP FITNAH & TEROR. Buku yang sarat dengan data sejarah ini menjadi penjawab bagi kebingungan kita saat ini, siapa pencipta dan pelaku teror sesungguhnya.

Pada awal tahun 2009 menyikapi kekejaman luar biasa Israel pada muslim Palestina, Irena Center menggagas sebuah gerakan boikot produk AS, Israel dan semua pendukungnya. Di luar negeri gerakan yang didukung Fatwa Ulama Timur Tengah Yusuf Qardhawi ini sudah berjalan dan sukses memberikan tekanan ekonomi terhadap Israel. Dan Irena Center pada 7 Maret 2009 membentuk sebuah wadah bagi para professional muslim dengan nama Profesional Muslim Club. Komunitas ini adalah sebagai upaya menjawab kebutuhan ummat akan produk pengganti produk-produk Boikot, dengan misi a/l, menegaskan posisi dan peran nyata komunitas muslim dalam kemajuan perekonomian Indonesia, Pusat penyadaran pentingnya mendukung produk-produk muslim untuk mempercepat kemajuan ekonomi Indonesia dan meninggalkan produk-produk perusahaan kapitalis yang telah mendukung ke-dzaliman (zionisme) pada ummat Islam.

Dan diawal tahun 2010 ini bersama kuasa hukum M. Ichsan, SH, MH dan A. Hendry Setiawan, SH, MH, Irena Center secara nyata turut menghadang upaya pencabutan kelompok liberal terhadap UU No. 1 PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama. Dalam persidangan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Yayasan Irena Center hadir sebagai pihak terkait yang berpendapat agar UU tersebut tetap dipertahankan untuk kemaslahatan ummat beragama. Irena Center menjabarkan seluruh bukti-bukti konkret penodaan agama yang telah terjadi di masyarakat baik melalui media elektronik maupun cetak dalam sidang Mahkamah Konstitusi, 3 Maret 2010. Menurut hasil kajian Irena Center, sebagaimana yang disampaikan langsung oleh Hj.Irena Handono, pencabutan UU Penodaan Agama adalah upaya konspirasi besar untuk memecah NKRI.

Biografi Pendiri Irena Center :

Hj.Irena binti Handono, dilahirkan di Surabaya, tanggal 30 Juli 1954, dengan nama kecil Han Hoo Lie, kemudian menjadi Irena Handono. Hidup dilingkungan keluarga berada yang taat beragama Katolik di Surabaya Jawa Timur. Aktifitasnya di Gereja mendorongnya terpilih sebagai Ketua Legio Maria. Lembaga Katolik lain yang pernah digelutinya adalah Biarawati, Seminari Agung ( Institut Filsafat Teologia Katolik ) dan Universitas Katolik Atmajaya Jakarta. Ketertarikan dan keterlibatanya secara sungguh sungguh dalam dunia pemikiran khususnya perbandingan agama membuatnya dapat menerima cahaya Kebenaran Islam.

Tahun 1983 Masjid Al-Falah, Surabaya menjadi saksi sejarah. Dihadapan KH Misbach , seorang pahlawan dan Ketua MUI Jawa Timur saat itu dan di saksikan oleh seluruh Jama’ah, Irena Handono berikrar memasuki Agama Islam dengan mengucapkan dua kalimaty syahadat. Sejak saat itu semua atribut dan segala sesuatu yang berhubungan dengan agama sebelumnya ditanggalkan dan dihilangkan.

Jika sebelumnya adalah taat di atas nilai Katolik, kini taat di atas nilai Islam. Hidupnya dipersembahkan dalam jalan dakwah, mengajak ummat agar bangga menjadi Muslim dengan menjalankan semua perintah dan meninggalkan larangan Allah SWT. Sempurnanya rukun Islam ditaati ketika pergi haji pada tahun 1992, kemudian menjadi pembimbing haji enam tahun kemudian.

Kesungguhanya dalam dakwah diwujudkan melalui beberapa lembaga yang bisa menyalurkan visi dan misi hidupnya, diantaranya ICMI,PITI, AL-Ma’wa (Pembina Muallaf ) Surabaya, Pengasuh Majlis Ta’lim Al-Muhtadin Jakarta,Forum Komunikasi Lembaga Pembina Muallaf ( FKLPM ), Forum Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi (FORGAPP), Lembaga Advokasi Muslim (LAM),Gerakan Muslimat Indonesia (GMI) dan (MAAI) Majlis Ilmuwan Muslimah se Dunia Cabang Indonesia. Irena Center melengkapi semua llembaga yang pernah didukungnya.

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 21, 2010 in Uncategorized