RSS

KARTINI, MITOS PAHLAWAN PEJUANG WANITA

Kartini Jadul2

Mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia? Ada dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh. Kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, dua wanita ini tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut.

Padahal, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf.

Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.

Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.

Itulah dua wanita hebat yang hidup jauh sebelum Kartini lahir. Maka penggambaran situasi sosial masyarakat di Nusantara yang sangat menindas kaum perempuan dari buku-buku pelajaran sejarah di sekolah yang kita terima, adalah penggambaran yang sama sekali tidak berdasar.

Selanjutnya, Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.

Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda.

Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.

Pertanyaan yang harus timbul adalah: MENGAPA HARUS KARTINI?

Bangsa Indonesia harus bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu?

Apakah karena Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda?? Ia tidak pernah menyerah ataupun berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini. Rohana Kudus, meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, ia juga memiliki visi keislaman yang tegas.

Modern tidak berarti wanita bisa sama segala-galanya dengan laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Demikian juga laki-laki dengan kemampuan dan kewajibannya.

“Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”, begitu kata Rohana Kudus. Sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.

Sumber: Kompasiana

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 14, 2015 inci Uncategorized

 

“Lahirnya Paham Feminisme”

wom

Sejarah Feminisme

Feminisme dalam kamus Oxford didefinisikan sebagai advocacy of women’s right and sexual equality atau pembelaan terhadap hak perempuan dan kesetaraan pria-wanita.

Feminisme lahir di Eropa, berawal dari sebuah perkumpulan perempuan-perempuan terpelajar kalangan bangsawan di Middelburg, Belanda pada 1785. Dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet, perkumpulan yang memperjuangkan universal sisterhood ini menjadi gerakan yang cukup menarik perhatian wanita Eropa. Tapi walaupun menyandang nama ”universal”, perjuangan mereka hanya untuk perempuan kulit putih saja, sedangkan perempuan negeri jajahan bagi mereka tak lebih dari seorang budak.

Pergerakan dari Eropa ini kemudian berpindah ke Amerika dan berkembang pesat sejak publikasi John Stuart Mill. Perkembangan lebih lanjut, Feminisme menjadi beberapa aliran antara lain : Feminisme liberal, radikal, anarkis, marxis, sosialis post kolonial, dll.

Faktor penyebab timbulnya gerakan feminisme

Gerakan feminisme timbul bukan tanpa alasan, tapi sebagai bentuk protes terhadap normal-norma sosial yang berlaku pada saat itu dan ditempat itu yakni di barat. Sedangkan pembentuk norma-norma sosial adalah para pemimpin agama, hal ini sudah jelas. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana norma-norma sosial yang berlaku saat itu.

Sejak abad ke-4 M, agama dijadikan kekuatan politik untuk menyatukan imperium terbesar saat itu, Romawi. Dibawah kepemimpinan Konstantin, agama Katholik-Roma menjadi satu-satunya agama resmi negara.

Sehingga norma sosial yang berlaku dalam masyarakat adalah norma-norma yang dibentuk oleh Gereja, dan gereja bersumberkan pada Bibel. Lalu bagaimana Bibel berbicara tentang perempuan ? berikut beberapa contohnya :Kesalahan kekal manusia

Timotius 22:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

2:15 Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengkudusan dengan segala kesederhanaan.

Ajaran-ajaran seperti itulah yang akhirnya menyebabkan Kristen mengganggap Perempuan sumber kejahatan dan tipu daya. Christome menjelaskan : “Perempuan adalah keburukan yang pasti, tipu daya alam dan bencana yang tak terelakkan, bahaya dalam rumah, fitnah yang merusak dan ia jahat berlumur darah”. Well Doran : The History of Civilisation, jilid 16.

Mazmur 51:7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Bibel menyatakan bahwa maksiat adalah sebuah dosa besar yang diturunkan dari Hawa sampai ke anak cucunya. Kisah tentang Hawa yang memberikan buah terlarang pada Adam terdapat dalam Bibel Perjanjian Lama, Kejadian 3 :1-19. Pemikiran ”kesalahan” yang ditujukan kepada Hawa sudah melekat dari dahulu, II Korintus 11:3. Dan itulah sebabnya gereja mengatakan manusia mewarisi dosa Adam, Roma 5:12. Dan juga itulah yang menyebabkan kematian turun ke bumi, Roma 6:21. Sehingga Hawa berhak mendapatkan laknat abadi yang rasanya lebih pahit dari kematian.

Konsep ini membawa pengaruh besar dalam peradaban Eropa, seperti yang dijelaskan Fuad Afrad al-Bustani, ” Sesungguhnya agama Kristen melihat ”dosa asal” itu sebagai akidah dan dasar utama dalam pengajaran agama. Semua orang mewarisi dosa itu sejak lahir dari bapak manusia pertama, dosa asal, sumber dosa-dosa yang bertimbun-timbun pada keturunannya yang dibayar oleh Yesus, Adam yang baru”. Ensiklopedia Pengetahuan, kata Adam, hal 107.

Penghinaan dan penindasan terhadap perempuan dalam Bibel

Bibel berpendapat bahwa tingkatan perempuan berada lebih rendah dari laki-laki, menindas semua hak perempuan dan menyatakan perempuan dibawah kekuasaan laki-laki disemua periode hidupnya sampai mati. Teks Bibel juga menyatakan (Ulangan 24 : 1-4) bahwa laki-laki diperbolehkan menceraikan isterinya kapan saja, apapun sebabnya. Bahkan mengatakan perempuan sebagai najis sehingga menjadi alasan untuk diceraikan.

Bibel memandang hina terhadap perempuan yang mengalami haid dan nifas. Mereka dianggap najis, apapun yang mereka sentuh akan tertular najis. Dan najis adalah dosa sehingga mereka harus mempersembahkan korban pada Tuhan untuk menghapus dosa.

Imamat 15

15:25 Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis.

15:26 Setiap tempat tidur yang ditidurinya, selama ia mengeluarkan lelehan, haruslah baginya seperti tempat tidur pada waktu cemar kainnya dan setiap barang yang didudukinya menjadi najis sama seperti kenajisan cemar kainnya.

15:27 Setiap orang yang kena kepada barang-barang itu menjadi najis, dan ia harus mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.

15:28 Tetapi jikalau perempuan itu sudah tahir dari lelehannya, ia harus menghitung tujuh hari lagi, sesudah itu barulah ia menjadi tahir.

15:29 Pada hari yang kedelapan ia harus mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati dan membawanya kepada imam ke pintu Kemah Pertemuan.

15:30 Imam harus mempersembahkan yang seekor sebagai korban penghapus dosa dan yang seekor lagi sebagai korban bakaran. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN, karena lelehannya yang najis itu.

Lukas 23

23:29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui.

Ayat diatas justru menggiring perempuan untuk membuat dirinya menjadi infertil (mandul). Tidak menyusui anak lebih baik dari menyusui. Maka dengan begitu kondisi perempuan makin bertambah buruk.

Posisi perempuan bertambah rendah karena Hawa dianggap penanggung dosa yang pertama yang menyebabkan Adam keluar dari taman sorga. Bahkan ada pemikiran, jangan-jangan Hawa bukanlah manusia. Dalam sebuah buku, seorang pendeta pernah mengatakan demikian, ”Perempuan tidak ada ikatan atau hubungan spesies manusia”. Wester Mark : The History of Marriage.

Hal senada juga disebutkan dalam sebuah Ensiklopedia, kutipan sebuah hasil rapat dua konferensi kegerejaan mengenai perempuan yang dilaksanakan di Roma tahun 582 M (beberapa tahun sebelum Islam datang) mengeluarkan komunike :”Perempuan adalah mahluk yang tidak mempunyai jiwa dan oleh sebab itu selamanya tidak akan menikmati taman Firdaus dan tidak masuk kerajaan langit. Perempuan adalah kekejian perbuatan setan, tidak ada hak bicara dan tertawa dan tidak boleh memakan daging, bahkan setinggi-tingginya hak dia adalah menghabiskan semua kesempatan untuk melayani laki-laki tuannya, atau menyembah Tuhan Allah”. Encyclopedie La Rousse, kata Femme.

Kondisi perempuan di peradaban barat

Kritikan dari kaum perempuan datang dari Madame Avril. Tapi disaat itu bangsa-bangsa barat memeluk agama kristen, pendapat tokoh agama sangat mempengaruhi nasib perempuan.

I Timotius 22:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.

2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

Penghinaan terhadap perempuan berlanjut dan hak-hak sosial dirampas sepanjang abad pertengahan hingga awal abad modern. Kondisi perempuan terus berjalan dari yang buruk kepada yang lebih buruk sampai abad ke-17 M. Ketika itu perempuan berada pada level perbudakan dan kehinaan yang paling rendah.

Anehnya, di Inggris ada undang-undang yang memperbolehkan laki-laki menjual istri-istrinya dengan harga yang telah ditetapkan yakni 6 pounsterling. Sekitar tahun 1790, harganya menjadi 2 sen. Dan kemudian undang-udang tersebut dibatalkan pada 1805. Abbas Akkad : Al-mar’ah fil al-Qur’an, hal.192.

Kemudian perempuan mulai bergerak dalam komunitas-komunitas kewanitaan, bergabung untuk menuntut hak mereka melepaskan diri dari penindasan norma-norma gereja. Yang pertama kali mereka tuntut adalah melepaskan belenggu yang mengekang mereka dari larangan-larangan yang ditetapkan pada kaum perempuan. Kemudian muncullah “The Bibel of Woman” yang diterbitkan di New York pada 1895. Edisi terjemah Bibel yang bercorak feminist.

Islam hadir memuliakan perempuan

Sebenarnya kedatangan Islam pada abad ke-7 M membawa revoulusi gender. Islam hadir sebagai ideologi pembaharuan terhadap budaya-budaya yang menindas perempuan, merubah status perempuan secara drastis. Tidak lagi sebagai second creation (mahluk kedua setelah laki-laki) atau penyebab dosa. Justru Islam mengangkat derajat perempuan sebagai sesama hamba Allah seperti halnya laki-laki. Perempuan dalam Islam diakui hak-haknya sebagai manusia dan warga negara, dan berperan aktif dalam berbagai sektor termasuk politik dan militer. Islam mengembalikan fungsi perempuan yang juga sebagai khalifah fil ardl pengemban amanah untuk mengelola alam semesta.

Jadi dengan kata lain, gerakan emansipasi perempuan dalam sejarah peradaban manusia sudah dipelopori oleh risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

Lalu ketika pada abad ke-18 timbul gerakan yang membebaskan perempuan di Eropa, itu dikarenakan kedangkalan mereka terhadap sumber-sumber Islam-’aturan baru’ yang diturunkan Allah untuk menghapus aturan cacat yang mereka miliki (Bibel). Yang seharusnya ketika mereka mengenal Islam maka sudah cukuplah semua aturan yang ada dalam Islam (Al-Quran dan Sunnah) untuk memenuhi tuntutan mereka, hak-hak mereka yang di tindas oleh budaya saat itu. Tapi penyebaran Islam ini terhambat oleh mereka yang tidak mau tunduk pada Islam, walaupun sebenarnya mereka mengetahui kemuliaan Islam.

Gerakan feminis tidak akan pernah berhasil jika tidak kembali mengacu pada ajaran Islam (Al-Quran dan Sunnah). Gagasan-gagasan asing yang diimpor dari Barat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, hanya akan memperburuk kondisi perempuan dan mengantarkan ke dalam jurang kehancuran yang lebih dalam.

Sehingga, pejuang gender hendaknya kembali pada Quran dan Sunnah, sesungguhnya inilah jalan yang akan mengantarkan kaum perempuan pada kemulyaan, yang akan mengantarkan masyarakat menuju peradaban besar.

Konsep Kesetaraan Jender dalam Alqur’an

Al-Qur’an memberikan pandangan optimistis terhadap kedudukan dan keberadaan perempuan. Semua ayat yang membicarakan tentang Adam dan pasangannya, sampai keluar ke bumi, selalu menekankan kedua belah pihak dengan menggunakan kata ganti untuk dua orang (dlamir mutsanna), seperti kata huma, misalnya keduanya memanfaatkan fasilitas sorga (Qs. Al-Baqarah/2:35), mendapat kualitas godaan yang sama dari setan (Qs. Al-A’rif/7:20), sama-sama memakan buah khuldi dan keduanya menerima akibat terbuang ke bumi (7:22), sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni Tuhan (7:23). Setelah di bumi, antara satu dengan lainnya saling melengkapi, “mereka adalah pakaian bagimu dan kamu juga adalah pakaian bagi mereka” (Qs. Al-Baqarah/2:187).

Secara ontologis, masalah-masalah substansial manusia tidak diuraikan panjang lebar di dalam al-Qur’an. Seperti mengenai roh, tidak dijelaskan karena hal itu dianggap “urusan Tuhan” (Qs. Al-Isr’a’/17:85). Yang ditekankan ialah eksistensi manusia sebagai hamba/’abid (Qs. Al-Dzariyat/51:56) dan sebagai wakil Tuhan di bumi/khalifah fi al-ardl (Qs. Al-An’am/6:165). Manusia adalah satu-satunya makhluk eksistensialis, karena hanya makhluk ini yang bisa turun naik derajatnya di sisi Tuhan. Sekalipun manusia ciptaan terbaik (ahsan taqwim/Qs. Al-Thin/95:4) tetapi tidak mustahil akan turun ke derajat “paling rendah” (asfala safilin/Qs. Al-Tin/95:5), bahkan bisa lebih rendah dari pada binatang (Qs. Al-A’raf/7:179).

Ukuran kemuliaan di sisi Tuhan adalah prestasi dan kualitas tanpa membedakan etnik dan jenis kelamin (Qs. Al-Hujurat/49:13). Al-Qur’an tidak menganut faham the second sex yang memberikan keutamaan kepada jenis kelamin tertentu, atau the first ethnic, yang mengistimewakan suku tertentu. Pria dan wanita dan suku bangsa manapun mempunyai potensi yang sama untuk menjadi ‘abid dan khalifah (Qs. al-Nisa’/4:124 dan Qs. al-Nahl/16:97).

Sosok ideal, perempuan muslimah (syakhshiyah al-ma’rah) digambarkan sebagai kaum yang memiliki kemandirian politik/al-istiqlal al-siyasah (Qs. al-Mumtahanah/60:12), seperti sosok Ratu Balqis yang mempunyai kerajaan “superpower”/’arsyun ‘azhim (Qs. al-Naml/27:23); memiliki kemandirian ekonomi/al-istiqlal al-iqtishadi (Qs. al-Nahl/16:97), seperti pemandangan yang disaksikan Nabi Musa di Madyan, wanita mengelola peternakan (Qs. al-Qashash/28:23), kemandirian di dalam menentukan pilihan-pilihan pribadi/al-istiqlal al-syakhshi yang diyakini kebenarannya, sekalipun harus berhadapan dengan suami bagi wanita yang sudah kawin (Qs. al-Tahrim/66:11) atau menentang pendapat orang banyak (public opinion) bagi perempuan yang belum kawin (Qs. al-Tahrim/66:12). Al-Qur’an mengizinkan kaum perempuan untuk melakukan gerakan “oposisi” terhadap berbagai kebobrokan dan menyampaikan kebenaran (Qs. al-Tawbah/9:71). Bahkan al-Qur’an menyerukan perang terhadap suatu negeri yang menindas kaum perempuan (Qs. al-Nisa’/4:75).

Gambaran yang sedemikian ini tidak ditemukan di dalam kitab-kitab suci lain. Tidaklah mengherankan jika pada masa Nabi ditemukan sejumlah perempuan memiliki kemampuan dan prestasi besar sebagaimana layaknya kaum laki-laki.

Lucunya tuntutan kaum feminis

Feminisme dikatakan sebagai sebuah ide yang diantaranya berupaya melakukan pembongkaran terhadap ideologi penindasan atas nama gender, pencarian akar ketertindasan perempuan, sampai upaya penciptaan pembebasan perempuan secara sejati. Feminisme adalah basis teori dari gerakan pembebasan perempuan. Hingga detik ini, gerakan perempuan dan ide feminisme memandang perempuan selalu dalam posisi tertindas.

Dalam kehidupan di masyarakat, hal-hal yang dituntut kaum feminisme antara lain adalah legalisasi undang-undang pro-aborsi, hak wanita untuk memilih sebagai ibu rumah tangga atau meninggalkannya, hak mensterilkan kandungan (female genital cutting) dan lain-lain.

Sedangkan dalam agama, feminisme menuntut penafsiran bercorak feminis terhadap kitab suci, kesamaan waris, hak talak bagi wanita, tidak wajib berjilbab karena jilbab adalah simbol pengekangan berekspresi dan pelecehan eksistensi sosial wanita, pengharaman poligami, legalisasi lesbianisme, menuntut pemberlakuan masa iddah bagi laki-laki, dan sebagainya.

Sesungguhnya apa yang dilindungi dalam Islam, malah dihancurkan dalam ide feminist. Apa yang dilarang dalam Islam justru menjadi tuntutan dalam feminis. Kalau dilihat secara jernih, apa yang dituntut kaum feminis bukan mensejahterakan kaum perempuan tapi justru menggiring kaum perempuan dalam kehancuran. Lalu kita jadi bertanya, apakah ini memang harapan tulus kaum perempuan ? Ataukah ada skenario dibalik semua ini bahwa feminisme dijadikan senjata untuk menghancurkan negera-negara dunia ke-tiga yang umumnya adalah negara-negara dengan jumlah penduduk mayoritas muslim.

Revolusi gender yang dipelopori Islam sebenarnya sudah dimulai sejak abad ke-4M dalam risalah yang diemban oleh Rasulullah Muhammad saw. Revolusi gender akan berhasil jika kembali pada Quran dan Sunnah. Demi menyelamatkan bangsa dan negara yang sudah cukup sengsara tercabik-cabik, menyelamatkan dari jurang kehancuran yang lebih parah, maka saatnya sekarang kita kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah.

Wallahu a’lam bishawab

<Silmy Kaafah/Sally Sety>

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 14, 2015 inci Uncategorized

 

Penciptaan Adam as Menurut Bibel

Image

Seringkali dalam tulisan-tulisan kita menjumpai pendapat yang mengatakan, bahwa di dunia ini terdapat tiga agama langit yang disebut sebagai agama samawi, yang bersumber dari nabi Ibrahim as (Abrahamic Faith), yaitu Yahudi dengan kitab Taurat, Kristen dengan kitab Injil (Bibel) dan Islam dengan kitabnya Al-Quran. Selanjutnya pendapat tersebut menggiring pada pemikiran bahwa semua agama adalah sama.

Ide penyamaan kebenaran agama-agama, khususnya antara Islam, Nasrani dan Yahudi sebenarnya telah lama diemban dan didakwahkan oleh Nurcholish Madjid. Pendekatan millah Ibrahim inilah yang menyimpulkan bahwa Islam, Nasrani, dan Yahudi adalah sama-sama pewaris agama Ibrahim, dan para pemeluknya adalah orang-orang beriman.

Tentu pendapat ini adalah pendapat yang salah.

Sejumlah nama nabi dan kehidupannya di bahas dalam Bibel Perjanjian Lama, dan nama-nama nabi tersebut juga ada dalam Al-Quran. Namun apakah boleh dengan demikian mengatakan bahwa sesungguhnya ‘semua agama adalah sama benarnya’? Justru dengan adanya pembahasan nama-nama nabi dan kehidupannya dalam Al-Quran yang mana nama-nama nabi tersebut juga ada dalam Bibel, membuktikan bahwa Al-Quran adalah pengkoreksi dari kitab-kitab sebelumnya.

Dengan kata lain, kitab-kitab sebelumnya sudah cacat, tidak lagi bisa dijadikan sumber kebenaran. Sedangkan ukuran kebenaran sebuah agama adalah kitabnya, maka jika kitabnya sudah cacat/tidak benar, maka agamanya pun tidak bisa dianggap benar. Itulah kemudian mengapa Allah SWT mengutus Rasulullah saw.

Sebagaimana Allah SWT menegaskan dalam Al-Quran surah Ali Imran : 19, Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

Kali ini saya akan membahas tentang perbedaan Islam dan Kristen terutama untuk membantah pendapat ‘penyamaan kebenaran agama-agama’ dengan merinci para nabi yang ada dalam Al-Qur’an dan Bibel.

Nabi Adam as

Agama Islam dan Kristen mengakui bahwa manusia yang diciptakan pertama kali adalah Adam.

Menurut keyakinan Kristen, dalam Kitab Kejadian 1: 26-27,

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Dari ayat Bibel diatas, tidak dijelaskan bagaimana proses Tuhan Allah menciptakan Adam dan tidak menjelaskan dari bahan apa Adam diciptakan. Hanya disebutkan ia diciptakan seperti “rupa atau gambaran Kita”.

Disini nampak sekali bahwa ada keterbatasan akal pendeta-pendeta Kristen kala itu untuk menggambarkan Dzat Tuhannya sehingga terjebak pada personifikasi dengan menyamakan Sang Pencipta Yang Maha Agung dengan mahluk ciptaanNya. Manusia mengetahui bahwa mahluk yang paling sempurna adalah manusia, maka Tuhan Yang Maha Sempurna juga bentuknya tidak jauh dari wujud manusia.

Demikian penjelasan Bibel tentang nabi Adam as, yang tentunya Al-Quran membahasnya lebih detail. Baik mulai dari penciptaan maupun misi yang harus diemban nabi Adam as sebagai manusia di bumi.

Bagaimana dengan Penciptaan Hawa? InsyaAllah Penciptaan Hawa menurut Bibel akan kami jelaskan di edisi berikutnya.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2013 inci Uncategorized

 

Doktrin ‘100% tuhan 100% manusia’ Darimana Asalnya?

Dalam ilmu Kristologi tidak ada penjelasan yang paten, tidak ada jawaban yang pasti dan tiap orang Kristen selalu berbeda tentang bagaimana Yesus menjadi Tuhan.

 Novel Da Vinci Code yang membongkar sejarah Yesus dan mensejajarkannya dengan manusia (bukan tuhan) yang juga makan, minum, mempunyai istri dan mempunyai keturunan, mengundang kemarahan besar pihak Vatikan. Di Indonesia, demi menjaga keutuhan iman Kristen, kemudian muncullah berbagai judul buku yang menentang, membantah bahkan ada yang cenderung ‘lebay’ seperti judul “Da Peci Code”.

Dan akhirnya kehebohan informasi sejarah yang dimuat dalam Novel Da Vinci Code pun tenggelam. Namun demikian, dalam sebuah wawancara NatGeo terhadap seorang Pendeta P.Mc.Brien tentang Novel Da Vinci Code, ia menjawab,

“Ya,Yesus memang menikah. Dan pernikahan bukan hal yang dosa.”

NatGeo bertanya, “Apakah hal itu tidak membahayakan eksistensi ketuhanannya?”.

Dan pendeta tersebut menjawab, “No, absolutely not! Yesus is truly God, truly human!” (Yesus 100% Tuhan sekaligus 100% manusia)

Inilah yang mau kita bahas dalam tulisan kali ini. “100% Tuhan sekaligus 100% manusia.” Bagaimana mungkin? Dari segala sisi analisa rasional dogma ini sangat sulit dicerna. Tapi yang patut diketahui adalah, dari mana datangnya dogma ini? Apakah dari Yesus sendiri? Pernahkan Yesus sendiri mengatakan dalam Bibel, bahwa dirinya adalah 100% Tuhan, 100% Manusia?? Tidak pernah! Justru sebaliknya dalam Bibel banyak sekali ayat-ayat yang mengatakan bahwa Yesus hanyalah seorang utusan, seorang manusia.

Lalu kapan dogma Yesus 100% Tuhan sekaligus 100% manusia ditetapkan? Seperti yang sudah pernah saya bahas di edisi-edisi sebelumnya, sepeninggal Yesus, orang-orang Kristen masih beranggapan bahwa Yesus adalah manusia. Keyakinan ini adalah keyakinan umat mayoritas. Namun ada juga sekte ‘menyimpang’ yang dipimpin oleh Paulus yang menuhankan Yesus dan menganggap Paulus sebagai Rasul. Sekte menyimpang ini sangat kecil awalnya, namun karena tidak ditangani dengan baik, sekte ini mampu mendekat pada poros kekuasaan yang mana saat itu para penguasa-penguasa Romawi masih mengikuti Paganisme.

Akhirnya kelompok ‘menyimpang’ yang minoritas ini mampu mendominasi Konsili yang diadakan di Nicea tahun 325M. Justru kelompok mayoritas yang di pimpin Arius dikalahkan, sebagian diusir keluar dari konsili. Arius mendapatkan hukuman dari Kaisar, dan pahamnya yang benar tersebut malah dianggap sebagai paham sesat yang dianggap membahayakan keutuhan imperium Romawi.

Ternyata tidak semudah itu menjadikan Yesus yang seorang manusia menjadi tuhan dalam satu masa konsili. Pertentangan-pertentangan terus terjadi hingga menimbulkan huru-hara di berbagai daerah. Akhirnya diselenggarakan Konsili Konstantinopel yang Pertama tahun 381M dan Konsili Efesus pada tahun 431M. Konsili Efesus menjawab kebingungan, jika Yesus adalah tuhan maka ibunya, Maria, sebagai apa? Dan konsili menetapkan doktrin bahwa Bunda Maria sebagai Bunda Allah (theotokos).

Konsili Chalcedon tahun 451M. Di konsili inilah ditetapkan Doktrin yang mengatakan bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, Yesus 100% Tuhan sekaligus 100% manusia. Sedangkan gereja-gereja timur yang berpusat di Alexandria masih mengikuti paham Arianisme bahwa Yesus adalah manusia dan bukan tuhan. Kaisar Romawi mengucilkan gereja-gereja timur dan memberi kekuasaan besar terhadap gereja Bizantium. Demikian bunyi ketetapan di Konsili di Chalcedon, Oktober 451 M yang disponsori oleh Kaisar Romawi saat itu, Marcion.

”Following the holy fathers we confess with one voice that the one and only Son, our Lord Jesus Christ, is perfect in Godhead and perfect in mahood, tryly God and tryly man…”
(Sesuai dengan ajaran para pemimpin gereja, kami bersaksi dengan suara bulat bahwa satu-satunya Anak, Tuan kita Yesus Kristus, adalah Tuhan sempurna (100%) dan manusia yang sempurna (100%), Tuhan yang sesungguhnya dan manusia yang sesungguhnya).

Prof. John Hick dalam bukunya The Myth of God Incarnate mengatakan :
”What the orthodoxy developed as the two natures of Jesus, divine and human coinhering in one historical Jesus Christ remains a form of words without assignable meaning… for to say without explanation that the historical Jesus of Nazareth was also God is a devoid of meaning..That Jesus was God the Son incarnate is not literally true since it has no literal meaning but it is an application to Jesus of a mythical concept whose function is analogous to that of the nation of divine son ship ascribed in ancient word to a king”

(Apa yang diciptakan oleh golongan Kristen Orthodoks tentang ke dwi sifat-an (dua kodrat) Yesus sebagai Khalik dan makhluk dalam diri Yesus hanyalah merupakan kata-kata tanpa arti. Karena dengan mengatakan tanpa penjelasan bahwa manusia Yesus adalah juga Tuhan, adalah suatu yang tidak memiliki makna. Bahwa Yesus adalah inkarnasi Tuhan secara harfiah tiak benar, karena secara harfiah tidak ada artinya dan hanya dapat diterapkan kepada Yesus dalam mitos yang fungsinya mirip seperti pandangan tentang raja sebagai anak dewa dalam legenda).

Huston smith, pakar perbandingan agama dalam bukunya The World’s Religion hal. 340 mengomentari ke-dwisifat-an Yesus :
”to be fully devine mean one has to be free human limitation. If he has only one human limitation then he is not God. But according to the creed, he has every human limitation. How then can he be God?”

(Untuk sepenuhnya ilahi, berarti dia harus bebas dari segala keterbatasan manusia. Kalau dia memiliki satu kelemahan manusia, berarti dia bukan Tuhan. Tetapi berdasarkan kredo, dia (yesus) memiliki segala keterbatasan sebagai seorang manusia. Oleh sebab itu mana mungkin dia Tuhan?)

Randolph Ross dalam bukunya Common sense Christianity dengan tegas menyatakan:
”Not because it is difficult to understand, but because it can not be meaningfully be said..not only impossible according to our understanding of the laws of nature..but impossible according to the rule of logic upon which all our reasoning is based”

(bukan hanya karena sulit dimengerti, tetapi karena tidak ada maknanya..tidak hanya mustahil berdasarkan hukum alam tetapi juga mustahil berdasarkan akal sehat dimana logika berfikir kita didasarkan.

Namun walaupun ajaran yang tidak masuk akal ini mendapat tantangan dari ilmuwan dan pakar Alkitab, Gereja tetap mempertahankannya mati-matian karena umat Kristiani sudah terlanjur menerima bahwa dua kodrat Yesus merupakan syarat untuk menjadikannya sebagai Juru Selamat sesuai agama pagan Yunani.

Apakah upaya yang dilakukan Gereja untuk menjadikan anak Allah sebagai Tuhan? Dengan mengatakan bahwa Anak Allah (Tuhan) adalah Logosnya filsafat Yunani. Siapa yang mengatakan bahwa Logos (Firman) adalah anak Allah (Tuhan)? Yang mengatakan demikian adalah Philo dari Alexandria. Dia mendifinisikan Logos sebagai ”Protogenes huios theou”

Gelar anak Tuhan ini kemudian digunakan oleh Paulus untuk Yesus. Selanjutnya penyalin Injil yang umumnya adalah pengikut Paulus juga ikut-ikutan menyebut Yesus sebagai Anak Allah (Tuhan) dengan menambahkannya ke dalam ayat-ayat Injil.

“Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah“ (Markus 1:1)
”Jawabnya : “Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah” (Kis. 8:37).

Kata “Anak Allah” dari kedua ayat tersebut di atas tidak ada dalam teks Injil Markus maupun Kisah Para Rasul yang diperkirakan ditulis pada tahun 325 M. Kata “Anak Allah” dalam kedua kitab diatas, baru diselipkan di akhir abad ke IV atau awal abad ke V.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 18, 2013 inci Uncategorized

 

Hermeneutik Menyelamatkan Bibel Merusak Al-Quran

Image
 
Seorang Yahudi Jerman Paul Schmidt menulis sebuah buku dengan judul “Islam, The Power of Tomorrow” yang terbit pada 1936. Dalam buku tersebut ia mengatakan bahwa kehebatan Islam ada tiga, yakni “their faith”, “their wealth” dan “their vertility”.

 Their Faith, ia menjelaskan bahwa keimanan umat Islam tergantung dari pada bukunya (Al-Quran). Their Wealth, ia mengatakan bahwa bumi yang didiami oleh muslim sangatlah kaya, baik diatasnya maupun dibawahnya. Dan ia menghimbau agar tidak membiarkan muslim mengolah sendiri kekayaan alamnya. Their Fertility, kesuburan umat Islam. Paul Schmidt mengatakan, “Hai Barat, suatu saat nanti dimanapun kalian menginjakkan kaki, kalian akan bertemu orang Islam.” Maka kemudian dibuatlah program kontrol kelahiran (Birth Control/Family Planning).

 

Hermeneutika

 Dan salah satu cara menjauhkan muslim dari Al-Quran adalah dengan penggunaan teori Hermeneutik. Apakah Hermeneutik? Hermeneutik sebetulnya tidak diperlukan untuk mempelajari Al-Quran. Hermeneutika adalah ilmu tafsir. Ada beberapa metode tafsir dalam Kristen,

1. Exegese : mengungkap kebenaran berdasarkan bahasa asli, sehingga kebenaran akan muncul dengan sendirinya.

2. Eisegese : merohanikan yang sudah rohani. Ide manusia yang didukung dengan ayat.

3. Alegoris : merohanikan benda sebagai simbol yang memiliki arti.

 Hermeneutika  ini sebenarnya dibutuhkan untuk gereja bukan untuk Islam. Semua Rohaniawan kristen membutuhkan ilmu ini agar jelas, tidak salah dalam menyampaikan pesan Bibel. Dengan exegese ingin dicapai suatu kesimpulan bahwa yang benar adalah Bibel. Jadi ilmu ini khusus untuk Rohaniawan dan bukan jemaat umum.

 Seseorang yang mempelajari metode exegese terhadap Bibel, orang tersebut tanpa sadar dibangun keyakinannya menjadi semakin kuat terhadap Bibel bahwa Bibel itulah yang benar. Sampai pada akhirnya mereka akan meyakini bahwa tidak ada lagi pewahyuan. Selesai sudah pada Bibel.

 Dengan exegese itu ingin ditampilkan bahwa Bibel itu kitab suci yang tidak bercacat dan itu adalah kebenaran yang mutlak. Ini yang dimaksudkan gereja bahwa semua yang dilakukan gereja harus bersumber pada Bibel. Karena Bibel adalah standar yang absolut, kebenaran absolut maka semua harus tunduk pada Bibel. Sehingga ketika orang mempelajari exegese akan mempunyai pemikiran bahwa kitab selain Bibel adalah tidak benar. Termasuk Al-Quran pun tidak benar. Karena jika ada Al-Quran maka berarti ada penambahan sedangkan ending pewahyuan adalah Bibel. Maka setelah Bibel pewahyuan ditutup dan tidak ada lagi penambahan, sehingga kebenaran Al-Quran berdasarkan ilmu tafsir exegese, tertolak. Menurut umat Kristen berdasarkan tafsir ini, setelah Yesus naik ke surga, Kitab Wahyu pasal 22 itu tidak boleh ditambahi lagi. Tak ada nabi baru maupun kitab baru.

 Jadi exegese ingin menunjukkan ke inerensia-an Bibel yang artinya bahwa Bibel itu tidak bercacat dan kebenarannya sempurna. Dengan belajar Hermeneutik seseorang digiring untuk mengakui bahwa alkitab dalah sebuah kitab suci yang kebearannya mutlak.

 Terkadang di agama diluar kristen melakukan sebuah proses ’penuduhan’. Bibel dikatakan mengisahkan tentang kisah pelecehan seksual, tentang teror. Nah dengan hermeneutika sebenarnya gereja ingin membuktikan bahwa hal tersebut tidak pernah ada dalam Bibel. Karena dari tafsir itu akan belajar siapa penulisnya, latar belakang penulisnya, kondisi sosial budaya pada waktu itu, ditujukan kepada siapa.

 

Menyelamatkan ayat-ayat Bibel

 Sebagai contoh, ada dua buah surat yang satu ditulis pada tahun 1969 dan yang satunya ditulis pada tahun 1972. Secara eksplisit keduanya kalimatnya sama. Surat yang pertama ditulis, “Untuk yang terhormat Tante Girang”. Surat yang kedua ditulis dengan redaksi yang sama, “Untuk yang terhormat Tante Girang”. Ketika kita meminta pendapat pada orang, apakah makna kalimatnya sama?, maka pada umumnya orang akan berpikir negatif karena ditujukan kepada Tante Girang. Tapi ketika dipelajari dengan metode tafsir hermenuetik, akan dilihat sejarah perkembangan istilahnya, latar belakang penulisan. Ternyata surat itu ditulis pada tahun 1969 yang berbeda dengan tahun 1972. Pada tahun 1969 ketika itu istilah Tante Girang tidak bermakna negatif, tapi justru positif yang menggambarkan seorang Ibu yang bahagia yang walaupun tidak dikaruniai anak bertahun-tahun tetapi tetap bahagia dan bersyukur.

 Namun selepas tahun 1972, makna istilah Tante Girang mengarah pada seorang perempuan yang tidak pernah puas dalam hal hubungan biologis. Nah ketika dalam Bibel ditemukan kalimat yang porno atau sadis, maka orang akan bilang “Oh itu pelecehan”. Tapi ketika dicek dengan metode hermeneutik ternyata maknanya tidak seperti itu. Maka dengan hermeneutik orang akan digiring untuk meyakini bahwa Bibel itu tidak bercacat.

 

Mementahkan Semua Hukum dalam Al-Quran

 Kaum SEPILIS-JIL berkali-kali mempermasalahkan kalimat “Penafsiran Menyimpang” di sidang Mahkamah Konstitusi Penodaan Agama sebagai alasan agar Mahkamah Konstitusi mencabut UU no.1 PNPS th.1965. Menurut kaum SEPILIS-JIL negara tidak bisa membatasi sebuah ‘penafsiran’ atas sebuah nilai-nilai agama apalagi menentukan menyimpang atau tidak. Sementara informasi diluar yang beredar mengatakan bahwa ada proyek dari kalangan JIL untuk membuat tafsir baru atas Al-Quran dengan metode Hermeneutika.

 

Jika ilmu tafsir ini digunakan pada Al-Quran maka bukan mengokohkan ayat-ayat Al-Quran tapi justru malah akan membuat semua syariat-syariat yang terkandung dalam Al-Quran sebagai aturan-aturan yang tidak mengikat atau dengan kata lain, akan mementahkan Al-Quran sebagai hukum yang mengikat manusia. Maka sesungguhnya inilah niatan dari mereka untuk menjauhkan muslim dari Al-Quran seperti yang disampaikan Paul Schmidt diatas.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 10, 2013 inci Uncategorized

 

DIMANA DASAR DOKTRIN TRINITAS?

tritunggal

Di tulisan edisi sebelumnya saya sudah membahas tentang Paskah sebagai pondasi bagi ketuhanan Yesus. Dimana perayaan Paskah lebih penting ketimbang Natal. Jika Natal adalah tentang tanggal kelahiran Yesus. Sedangkan Paskah berbicara tentang penebusan dosa dan kebangkitan. Tanpa kematian Yesus, maka tidak ada penebusan dosa,  tanpa kebangkitan maka Yesus bukan Tuhan.

Agama Kristen dewasa ini (mengapa saya menggunakan kata ‘dewasa ini’, uraian dibawah akan menjelaskan) beranggapan bahwa Tuhan adalah tiga dalam satu atau satu dalam tiga. Ketiganya adalah Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Agama Kristen memegang kuat pendapat bahwa masing-masing dari ketiganya sebagai Tuhan dan ketiganya bersama-sama menjadi Tuhan. Doktrin ini yang disebut sebagai TRINITAS yang juga diyakini oleh sebagian mereka umat Kristen sebagai doktrin misterius bahkan tak berlebihan jika disebut misteri dari segala misteri.

Namun pihak Kristen akan membantah keraguan tentang TRINITAS dan membela mati-matian doktrin ini dengan alasan-alasan berikut :

–         Kalau Allah itu bukan tiga pribadi dalam satu hakikat (trinitas), mengapa ada tertulis di AlKitab: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga : Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.”

–         Kalau Yesus itu bukan Allah sejati, mengapa AlKitab mencatat bahwa dia berkuasa menghidupkan orang mati, mengampuni dosa manusia, dan membuat berbagai mujizat yang dahsyat?

–         Mengapa AlKitab mencatat berulang-ulang kali bahwa Yesus disembah? Bukankah hanya Allah saja yang patut disembah?

–         Kalau Yesus bukanlah Allah sejati, mengapa ia berkata: “Aku dan Bapa adalah satu?” Dan “Barang siapa yang telah melihat Aku, ia melihat Bapa”?

–         Kalau Yesus bukanlah Allah, mengapa Tomas sebagai murid Yesus berkata: “Ya Tuhan dan Allahku”?

–         Kalau Yesus bukanlah Allah, mengapa ada tertulis dalam AlKitab: “…segala sesuatu diciptakan oleh Dia….” dan “…..dunia dijadikan oleh-Nya”?

–         Kalau Yesus bukanlah Allah yang menjelma menjadi manusia, mengapa Yesaya menubuatkan tentang lahirnya “seorang anak yang namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”?

–         Mengapa Rasul Paulus berkata: “seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam dia”?

–         Kalau Yesus bukanlah Allah, mengapa ia bisa bangkit dari kematian?

Itulah bantahan-bantahan umat Kristen untuk mempertahankan doktrin Trinitasnya. Semua dalih tersebut bisa dipatahkan dengan mudah dengan menggunakan dalil dari Bibel itu sendiri (insyaAllah akan dimuat pada edisi berikutnya). Tapi sebelum itu semua, sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh para pendukung Trinitas: Apakah Doktrin Trinitas diajarkan dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?

 

Dalam Perjanjian Lama

The Encyclopedia of Religion menuliskan : “para teolog dewasa ini setuju bahwa AlKitab Ibrani (Perjanjian Lama) tidak memuat doktrin tentang Tritunggal”.

New Catholic Encyclopedia mengakui: “Doktrin Tritunggal tidak diajarkan dalam Perjanjian Lama”.

Imam Jesuit Edmund Fortman dalam bukunya The Triune God juga mengakui: “Perjanjian Lama….tidak secara tegas ataupun samar-samar memberi tahu lkepada kita mengenai Allah Tiga Serangkai yang adalah Allah, Anak dan Roh Kudus…. Bahkan mencari di dalam “Perjanjian Lama” kesan-kesan atau gambaran di muka atau ‘tanda-tanda terselubung’ mengenai trinitas dari pribadi-pribadi, berarti melampaui kata-kata dan tujuan dari para penulis tulisan-tulisan suci”

 

Dalam Perjanjian Baru

The Encyclopedia of Religion mengatakan: “Para teolog setuju bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Tritunggal”.

Imam Jesuit Fortman menegaskan: “Para penulis Perjanjian Baru…tidak memberi kita doktrin Tritunggal yang resmi atau dirumuskan, juga tidak ajaran yang jelas bahwa dalam satu Allah terdapat tiga pribadi ilahi yang setara. ….. Dimanapun kita tidak menemukan doktrin tritunggal dari tiga subyek kehidupan dan kegiatan ilahi yang berbeda dalam keilahian yang sama”.

The New Encyclopedia Britannica mengatakan: “Kata Tritunggal atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru”.

Bernhard Lohse dalam A Short History of Christian Doctrine menegaskan: Sejauh ini menyangkut Perjanjian Baru, seseorang tidak menemukan di dalamnya doktrin Tritunggal yang aktual”.

The New International Dictionary of New Testament Theology dan teolog Karl Barth mengatakan: “Perjanjian Baru tidak memuat doktrin Tritunggal yang diperkembangkan”. ‘AlKitab tidak memuat deklarasi yang terus terang bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah dari zat yang sama’.

Profesor E.Washburn Hopkins dari Universitas Yale menekankan: “Bagi Yesus dan Paulus doktrin tritunggal jelas tidak dikenal; ….. mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai itu”. (Origin and Evolution of Religion)

Sejarawan Arthur Weigall menyatakan: “Yesus Kristus tidak pernah menyebutkan perwujudan demikian, dan dimanapun dalam Perjanjian Baru tidak terdapat kata ‘Tritunggal’. Gagasannya baru diterima oleh Gereja tiga ratus tahun setelah kematian Tuan kita”. (The Paganism in Our Christianity).

Perjanjian Lama tegas Monoteistik. Allah adalah pribadi tunggal (bukan Tritunggal)…. Tentang hal ini tidak ada pemisahan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ajaran Monoteistik terus berlanjut, dan Yesus lahir sebagai orang Yahudi. Ajarannya memiliki inti Yahudi (Allah tunggal); Benar dia mengajarkan sebuah injil baru tetapi bukan sebuah teologi baru. (L.L Paine, A Critical History of the Evolution of Trinitarianism, Boston 1902)

Jadi, dari ke-39 kitab Ibrani (Perjanjian Lama), maupun ke-27 kitab Yunani Kristen (Perjanjian Baru), seluruh pasal dan ayat-ayat AlKitab sama sekali tidak ada yang memuat ajaran yang jelas mengenai Doktrin Trinitas!

 

Apakah Doktrin Trinitas diajarkan oleh orang-orang Kristen Awal?

Komentar para sejarawan dan teolog:

“Kekristenan yang mula-mula tidak mempunyai doktrin Tritunggal seperti yang setelah itu dirinci dalam kredo-kredo”. The New International Dictionary od The New Testament Theology.

 “Namun orang-orang Kristen yang pertama pada awal mula tidak pernah mempunyai pikiran untuk menerapkan gagasan (Trinitas) kepada kepercayaan mereka sendiri. Mereka memberikan pengabdian mereka kepada Allah Bapa dan kepada Yesus Kristus, Anak Allah, dan mereka mengakui …. Roh Kudus; tetapi tidak ada buah pikiran bahwa ketiga pribadi ini adalah suatu Tritunggal, setara dan dipersatukan dalam satu.” Paganism in Our Christianity.

“Pada mulanya kepercayaan Kristen bukan kepada Allah Tiga Serangkai…. Halnya tidak demikian pada zaman rasul-rasul atau sebelumnya, seperti diperlihatkan dalam Perjanjian Baru dan tulisan-tulisan Kristen yang awal lainnya.” Encyclopedia of Religion and Ethics.

“Perumusan ‘satu Allah dalam tiga Pribadi’ tidak ditetapkan dengan tegas, dan pasti belum dilebur sepenuhnya ke dalam kehidupan Kristen dan pengakuan imannya, sebelum akhir abad ke-4. …. Di antara Bapa-Bapa Rasuli, tidak pernah bahkan sedikit pun ada yang mendekati sikap atau pandangan seperti itu.” New Catholic Encyclopedia.

“Kepercayaan tentang Allah yang terdiri dari beberapa pribadi (Tritunggal) keluar dari konsep Allah Yang Esa …”. Chief Rabbi J.H Herzt, Pentateuch and Haftorahs, London, 1960

 Demikian bantahan terhadap Doktrin TRINITAS yang berasal dari mereka sendiri. Dari pendapat-pendapat para sejarawan dan teolog tersebut secara umum kita dapat simpulkan, bahwa Doktrin Trinitas tidak berdasar pada Bibel sebagai kitab suci umat Kristen. Namun lebih berupa doktrin yang dibuat oleh Gereja yang diputuskan sebelum akhir abad ke-4, tepatnya yakni pada saat Konsili Nicea tahun 325M.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 10, 2013 inci Uncategorized

 

Tag:

SBY Dapat Gelar Ksatria Salib Agung

Image

Luar biasa!!! SBY sebagai presiden Muslim dari negeri Muslim terbesar di dunia dapat gelar ‘Knight Grand Cross’ yang artinya ‘Ksatria Salib Agung!’ dari Ratu Inggris. Berita ini sangat melukai perasaan umat Islam.

Gelar ‘Bath’ sendiri berasal dari ritual mandi atau membersihkan diri, terinsipirasi dari mandi dalam proses pembaptisan. Ini adalah simbol dari upaya penyucian diri, sebuah proses persiapan seorang ksatria Inggris sebelum bertugas.

Perang Salib adalah gerakan umat Kristen di Eropa yang memerangi umat Muslim di Palestina secara berulang-ulang mulai abad ke-11 sampai abad ke-13, dengan tujuan untuk merebut Tanah Yerussalem dari kekuasaan kaum Muslim. Saat itu Eropa masih dalam era Dark-Age, kemiskinan, kebodohan dan tidak memiliki pengolahan sumber alam apapun.

Sementara kemajuan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Yerussalem dibawah pengurusan pemerintah Islam, sebagaimana negeri-negeri lain yang berada dalam naungan Islam, mengalami kemajuan yang sangat pesat. Yerussalem  merupakan salah satu negeri muslim sejak masa Khalifah Umar Bin Khattab.

Paus Urbanus II pada th 1095, pemimpin Kristen tertinggi saat itu mengobarkan Perang Salib memprovokasi orang-orang Eropa yang masih bodoh itu untuk berangkat menyerbu muslim dan menguasai tanah Yerussalem.

Memang ini bukan perang agama. Tapi perang yang mengatasnamakan agama. Motivasi nya adalah semata-mata utnuk menguasai kekayaan dan sumber-sumber alam suatu wilayah. Dan hal itu ternyata masih terjadi hingga saat ini. Pasca tragedi 9-11, George Bush sebagai presiden AS mengumumkan bahwa serangan pada tragedi 9-11 adalah PERANG SALIB, walaupun setelah itu muncul ralat untuk menutupinya. Namun ini hal ini tidak mengurangi keyakinan bahwa PERANG SALIB masih berkobar. Bukan perang agama, tapi perang untuk MERAMPOK KEKAYAAN dan SUMBER-SUMBER ALAM yang dimiliki muslim. Di Palestina, Iraq, Afghanistan, Indonesia.

 

 

Sejarah Gelar Knight Grand in The order of  Bath

Gelar the Order of Bath sendiri, seperti dikutip dari detikcom, pada awalnya diberikan pada para tentara dan beberapa masyarakat sipil. Penerima gelarnya selalu pria.

Baru pada tahun 1971, ada seorang wanita yang diberi penghargaan tersebut untuk pertama kalinya.

Susunan pemberi gelar terdiri dari pemangku kedaulatan (ratu), seorang Great Master (Pangeran dari Wales) dan tiga anggota dari kelas berbeda.

Gelar ‘Bath’ sendiri berasal dari ritual mandi atau membersihkan diri, terinsipirasi dari mandi dalam proses pembaptisan. Ini adalah simbol dari upaya penyucian diri, sebuah proses persiapan seorang ksatria Inggris sebelum bertugas.

Penghargaan ini tak akan diberikan sebelum para kandidat sudah mempersiapkan diri dengan berbagai ritual seperti puasa, berdoa, dan membersihkan dirinya dengan mandi.

Kisah seremoni mandi untuk menciptakan seorang ksatria tercatat dilakukan oleh Raja William I. Saat itu dia memandikan bocah 15 tahun bernama Geoffrey Count of Anjou di tahun 1128 yang belakangan menjadi ksatria.

Pada saat pengangkatan Henry V sebagai raja tahun 1413, dia juga melakukan ritual yang sama untuk para ksatria.

Namun akhir abad ke-15, ritual mandi ini mulai hilang. Namun seremoni pemberian gelar dengan sebutan ‘Knights of the Bath’ masih dilakukan.

Pada tahun 1725, saat George I menjadi raja, pemberian gelar dihidupkan kembali untuk memenuhi keinginan Perdana Menteri Inggris pertama Sir Robert Walpole yang menginginkan adanya tambahan penghargaan politik.

Tahun 1815, saat era perang Napoleon berakhir, Pangeran Regent (Raja George IV) membuat dua divisi dalam penghargaan ini, militer dan sipil.

Lalu sejak tahun 1825, ritual mandi dalam pemberian penghargaan ini resmi dihilangkan. Begitu juga dengan ritual puasa. SBY dijadwalkan menerima penghargaan itu pada hari Rabu (31/10) ini.

 
11 Komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2012 inci Uncategorized

 

Kenapa Al-quran lebih meninggikan Yesus/Al Masih?

Kenapa Al-quran lebih meninggikan Yesus/Al Masih? Pendapat ini tidak tepat. Al-Quran tidak lebih meninggikan nabi Isa as ketimbang Rasulullah Muhammad SAW.

Nabi Isa ‘alaihissalam disebut sebanyak 25 kali dalam Al-Qur’an. Sedangkan nama Muhammad SAW hanya disebutkan 4 kali dalam Al-Quran. Memang lebih banyak nama Nabi Isa ‘alaihissalam yang disebutkan namanya dari pada nama Nabi Muhammad SAW. Semua ini menunjukkan a/l:

– Ajaran Islam menghormati nabi Isa as.

Nabi Isa memang benar-benar seorang nabi yang wajib diimani dan dihormati sebagaimana  nabi-nabi yang lainnya.

Penghormatan ini telah Allah tetapkan sebagai antisipasi agar umat Islam tidak menjadi salah paham terhadap nabi Isa as yg diakibatkan oleh kesesatan yg dilakukan Gereja dan umat Kristen yang mengaku penganut nabi Isa as. Padahal sesungguhnya mereka bukan penganut ajaran nabi Isa as tetapi ajaran Paulus dan gereja.

Penghormatan kepada nabi Isa dalam pandangan Islam berbeda dengan pandangan kristiani. Islam tidak menuhankannya, Islam hanya mengakuinya sebagai manusia biasa, namun beliau menerima wahyu dan syariah yang berlaku untuk kaumnya saja.

Adapun untuk umat Islam, yang dijadikan sandaran dalam hukum syariah adalah sikap dan teladan Nabi Muhammad SAW.

– Adanya Kaitan antara nabi Isa as dan nabi Muhammad saw

Sebenarnya hubungan antara agama yang dibawa nabi Isa dengan yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW berasal dari sumber yang sama. Kecuali kemudian orang-orang sesat menyelengkan peninggalan beliau dan menggantinya dengan agama yang mereka karang sendiri.

Dan karena hubungannya sangat dekat, tidak aneh kalau nama Nabi Isa diulang-ulang sebagai 25 kali dalam Al-Quran.

Bahkan hubungan Islam dengan nabi Musa dan umatnya juga sangat erat. Tahukah anda, berapa kali kata Musa terulang-ulang di dalam Al-Quran?

Jawabnya adalah kata Musa diulang sebanyak 131 kali.

– Yang Penting Bukan Berapa Banyak Penyebutannya

Selain itu buat umat Islam, tidak ada masalah bila nama nabi Muhammad SAW hanya disebut 4 kali saja di dalam Al-Quran. Sebab yang penting bukan penyebutannya namanya, melainkan kita semua tahu bahwa seratus empat belas surat (114) surat dan 30 juz yang ada dalam Al-Quran memang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.

Jadi kalau keseluruhan Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, buat apa lagi nama beliau harus selalu disebut-sebut.

Dan yang penting, kemuliaan suatu makhluq tidak ditentukan dari berapa kali namanya disebutkan di dalam Al-Quran. Tahukah anda, berapa kali kata Syaithan disebutkan di dalam Al-Quran? Jumlahnya tidak kurang dari 62 kali.

Apakah kita akan menghormati syaithan? Tentu saja tidak.

Tahukah Anda berapa kali kata Iblis diulang-ulang di dalam Al-Quran? Jawabnya adalah 11 kali. Apakah kita akan menghormati iblis hanya karena namanya diulang 11 kali dalam Al-Quran? Tentu saja tidak.

Di sisi lain, sebenarnya setiap kali ada ayat Al-Quran yang dimulai dengan kata Qul (katakanlah), itu merupakan dialaog Allah kepada beliau SAW untuk mengatakan sesuatu atau menyampaikan sesuatu. Dan kalau dihitung-hitung, jumlahnya mencapai 300 lebih.

 
9 Komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2012 inci Uncategorized

 

Yesus Pendiri Kristen?

Ada sebuah tulisan yang menyatakan bahwa,
“Tuhan Yesus Kristus menjadi pendiri agama Kristen dengan kitab Injilnya (Perjanjian Baru)”.

Kalau kita yang mengikuti pembahasan Kristology (ilmu yang mempelajari tentang agama kristen) dari awal, tentunya kita paham bahwa pendapat tersebut tidak tepat.

Pertama, sebagai pengamat kristologi tentu tidak akan mau menyebut Yesus sebagai tuhan, apalagi melengkapi dengan sebutan ‘kristus’. Karena Yesus bukan tuhan. Dan sebutan ‘kristus’ adalah sebutan pujaan tambahan yang ditempelkan oleh gereja. Tentu bagi muslim menolak ini semua. Kalau kita menyebut ‘Yesus kristus’ dalam rangka mengutip ucapan umat kristen itu wajar. Tapi kita tidak akan mau ikut-ikutan mengakui Yesus sebagai kristus apalagi menambah-nambahi dengan sebutan tuhan. Dia bukan tuhan. Dan itu sudah jelas bagi kita.

Kedua, ‘Yesus pendiri agama kristen’. Ini juga tidak tepat. Yesus atau Jesus adalah nama hasil translasi. Dalam bahasa latin mereka menyebutnya Iesus, dalam bahasa Yunani mereka menyebutnya Iesous, dalam bahasa Aramaic/Ibrani mereka menyebutnya Yesua kemudian menjadi Yehesua, Joshua dan dalam bahasa Arab yang memiliki kedekatan dengan bahasa Ibrani disebut sebagai Isa. Yesus atau Isa as adalah manusia biasa, seorang nabi yang mengemban risalah dari Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Maaidah ayat 75.

“Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).”

Maksudnya ialah: bahwa Isa a.s. dan ibunya adalah manusia, yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperti makan, minum dan sebagainya.

Yesus bukan pendiri agama kristen hal ini kita ketahui dari kajian kristology yang telah kita ikuti. Justru Paulus lah adalah pendiri pertama kristen.

Kisah Para Rasul  11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Paulus membuat doktrin sesat dengan menyatakan Yesus adalah tuhan serta mengangkat dirinya sebagai Rasul dari Yesus. Padahal orang ini walau hidup sejaman dengan Yesus, tapi sama sekali tidak pernah bertemu dengan Yesus, tidak pernah mendengar Yesus berbicara. Dan bahkan dia dibayar oleh tentara Romawi sebagai ‘hit-man’ pembunuh bayaran yang membunuh dan menyeret para pengikut Yesus ke meja pengadilan Romawi.

Paulus benar-benar telah merombak total ajaran-ajaran Yesus. Jika nabi Isa as diutus Allah SWT untuk meluruskan kembali hukum-hukum taurat yang telah diselewengkan oleh rabih-rahib Yahudi, maka Paulus justru meniadakan hukum-hukum taurat.
Roma  3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Roma  4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.
Roma  4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.
Roma  4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.
Roma  6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia

Jika ada yang penasaran dan bertanya, “Roma itu apa sih?”, Roma adalah sebutan kitab kecil dalam kumpulan Kitab Perjanjian Baru. Bibel terdiri atas dua kitab : Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Roma sendiri adalah sebuah surat yang dikarang oleh Paulus, demikian pembuktiannya:

Dalam pembukaan surat Roma, pasal 1 ayat 1 dikatakan demikian:
“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.”

Nah, makin jelaslah. Roma adalah surat ciptaan Paulus yang dimasukkan dalam Bibel dan oleh doktrin Gereja disebut Kitab Suci. Dan lebih jelas lagi, Paulus menyatakan dirinya adalah ‘Rasul’. Ia mengaku mendapat tugas memberitakan Injil Allah, tapi pada kenyataannya dia mengubah total Injil yang dibawa oleh Yesus, dan menyesatkan ajaran Yesus.

Lebih lanjut tentang bagaimana penyesatan ajaran Paulus, saya membahasnya tuntas dalam tulisan “Siapa Paulus”.

Ketiga, Kitab Injil = Perjanjian Baru.
Kembali lagi, jika pengamat Kristology, tentu tidak akan menyatakan demikian. Karena pengamat kristology tentu tahu, apa saja yang disebut ‘Injil’ dalam kitab Perjanjian Baru. Dan apa saja kitab-kitab yang tergabung dalam Perjanjian Baru.

Perjanjian Baru terdiri atas 27 kitab. Empat kitab pertama disebut Injil, yakni: Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Apakah ada Injil Isa as atau Injil Yesus dalam Bibel/Alkitab? tidak ada. Injil sebagaimana yang ada dalam Bibel, adalah rekam sejarah, ucapan, sikap Yesus yang diterima oleh pengikutnya dan kemudian ditulis beberapa waktu kemudian. Sehingga disebutlah Injil Matius, yang maksudnya Injil yang diriwayatkan Matius, Injil Markus, dsb. Sesungguhnya sebelum Konsili Nicea 325M, ada ratusan Injil yang lain. Termasuk Injil Maria, Injil Philip yang ditemukan di Qumran, Nag Hamadi. Namun injil-injil ini dilenyapkan oleh penguasa Romawi dan dikategorikan apokripa oleh gereja, yang artinya tidak boleh dibaca.

Pembahasan tentang Injil ini ada dalam buku “Bibel Bukan Injil”, serial Kristology yang di tulis oleh Hj.Irena Handono. Disana dibahas lengkap hingga kepada pengakuan-pengakuan tokoh gereja dan ilmuwan kristen tentang penyimpangan, salah kutip, salah terjemah yang terdapat dalam Bibel.

Nah, demikianlah. Jika kemudian ada tulisan yang menyatakan “Paulus menjadi pendiri kedua agama Kristen sesudah Yesus Kristus”. Maka kita sudah bisa menanggapi nya. Pendapat tersebut tidak benar, dan tidak memiliki sandaran data sama sekali.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 28, 2012 inci Uncategorized

 
Taut

Assalamualaikum

Mari sejenak mengirim Al-Fatihah kepada saudara-saudara Muslim kita di Indonesia.

Sebelum saya menulis panjang untuk entry kali ini, saya mau mengajak kawan-kawan menonton video di bawah ini. #SaveMaryam

Kawan-kawan saya sekalian, kabar buruk menimpa sahabat Muslim kita di Indonesia. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar sedunia. Umat Islam di Indonesia mencapai 88% dari seluruh populasi Indonesia, atau sekitar 200 juta jiwa. MashaAllah. Namun, belakangan umat Muslim Indonesia berkurang secara signifikan dan konsisten. Menurut data Mercy Mission, sebanyak 2 juta Muslim Indonesia murtad dan memeluk agama Kristen setiap tahun. Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk majoritas Islam. Dan jika pemurtadan dari Islam ini masih berlanjut, Indonesia akan mencapai poin di mana umat Kristen menjadi penduduk majoritas. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Mengapa ini bisa terjadi? Well, kita bisa melihat dari kondisi ekososial di negara dengan penduduk sekitar 240 juta jiwa yang sangat memprihatinkan. Banyak yang meramalkan Indonesia akan mencapai status negara maju tidak lama lagi. Sebagai salah satu negara the Group of Twenty (G20), pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk stabil dan menuju ke arah baik. Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2011, misalnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tumbuh sebesar 6.5 persen. Ironisnya, angka kemiskinan masih menghantui pertumbuhan ekonomi ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan sampai pada tahun 2011 mencapai 30 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari seluruh populasi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat megah di pusat negara, di Pulau Jawa, di kota-kota besar saja. Indikatornya masih melihat pada pendapatan perkapita yang disumbangkan oleh golongan kelas menengah. Konsekuensinya, golongan miskin seolah-olah terselubungi. Masih berjuta-juta rakyat Indonesia yang tidak mendapat akses pendidikan, pelayanan kesehatan, listrik, air bersih, dan fasilitas umum negara lainnya. Mereka hidup di jalanan ibu kota, di bawah jembatan, di tepi sungai yang penuh dengan sampah. Ada pula yang hidup di pedalaman yang tidak terjamah oleh kebijakan pemerintah. Dan mereka inilah golongan miskin beragama Islam yang merana dan putus asa. Akibatnya, dengan iman yang minim, keyakinan pun mudah tergugah. Hanya dengan iming-iming kekayaan secuil, mereka akhirnya pindah agama. Astaghfirullah.

Terlepas dari iman yang lemah, pemurtadan di Indonesia juga digerakkan oleh kristenisasi oleh para misioner Kristen. Gereja-gereja di Indonesia gencar mencanangkan dan menyebarkan misi mengkristenkan umat Islam. Berbagai cara mereka lakukan. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan agenda kristenisasi yang dilakukan oleh umat Kristen Indonesia:

1. Larangan Keluarga Berencana/KB (Family Planning) di kalangan umat Kristiani
Keluarga Kristen dilarang melalukan pembatasan kehamilan. Umat Kristen diharuskan mempunyai anak sebanyak-banyaknya. Pembatasan kehamilan dianggap pembunuhan sesama umat Kristen karena dapat membatasi pertumbuhan jumlah umat Kristen.

2. Dorongan Keluarga Berencana bagi keluarga Islam
Sementara keluarga Kristen giat beranak-pinak untuk menggandakan populasi mereka, anggota gereja semangat menyebarkan idealisme KB di kalangan masyarakat Muslim. Keluarga Muslim digalakkan untuk mempunyai anak sedikit mungkin. Program KB dipaksakan bagi keluarga Islam saja dan tidak untuk keluarga Kristen.

3. Fasilitas ekonomikal bagi keluarga Kristen
Pentingnya memiliki anak yang banyak dalam keluarga Kristen harus diimbangi dengan pentingnya penyediaan economy support untuk menampung pembiayaan membesarkan anak-anak mereka. Untuk itu akses orang Kristen ke sumber-sumber ekonomi perlu diperbanyak dengan membatasi akses orang Islam ke sumber-sumber tersebut. Salah satu caranya ialah dengan memprioritaskan orang Kristen dalam penyediaan lapangan pekerjaan pekerjaan. Bisa jadi, larangan berjilbab dalam bekerja merupakan salah satu misi yang dilakukan.

4. Fasilitas kesehatan diutamakan untuk umat Kristen
Golongan Kristen mempengaruhi pemerintah untuk membangun fasilitas kesehatan dari sumbangan yang mereka berikan. Umat Kristen didorong untuk membangun rumah sakit sebanyak-banyaknya. Ini demikian agar umat Kristen diutamakan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Jika orang Kristen sudah mapan, banyak uang, fasilitas kesehatan pun bisa dibeli. Bagi umat Islam yang mau berobat, biaya yang dikenakan sangat mahal agar mereka makin menderita.

5. Umat Kristen diwajibkan membantu sesama
Umat Kristen yang kaya diwajibkan membantu umat Kristen yang miskin agar mereka tidak didekati oleh pemberi bantuan dari agama lain, teutama Islam. Untuk itu, orang Kristen harus giat mencari sumber kehidupan dan menguasai ekonomi negara.

6. Perbaikan standar pendidikan bagi orang Kristen
Umat Kristen harus menguasai fasilitas pendidikan di Indonesia. Institusi pendidikan yang dimiliki pemerintah perlu mengutamakan orang kaya (yang kebanyakannya orang Kristen) sehingga orang miskin (yang kebanyakannya orang Islam) tidak dapat sekolah atau kuliah. Gereja-gereja Kristen perlu menggalakkan jamaahnya untuk mengenyang pendidikan serta mendirikan sekolah-sekolah atau kampus Kristen.

7. Kristenisasi politik
Orang kristen harus memilih wakil pemerintahan yang mempunyai kebijakan pro-Barat. Kristen di Indonesia mendapat bantuan dari Barat. Golkar merupakan partai yang dikenal pro-Barat. Untuk itu orang Kristen harus menguasai Golkar dan mendorong pemenangan Golkar agar pemerintahan Indonesia dapat dikontrol oleh orang Kristen.

8. Propaganda media
Orang Kristen perlu menguasai industri media dan mengutamakan membuat berita burukyang melibatkan umat Islam agar umat Islam bertengkar sesama sendiri. (Lihat saja kasus korupsi yang dilakukan oleh umat Islam lebih digembar-gemborkan daripada kasus korupsi yang dilakukan oleh orang Kristen).

Masih banyak lagi misi yang dilakukan untuk menjalankan agenda kristenisasi di Indonesia. Poin 1-8 diatas merupakan parafrase dari poin-poin yang ada dalam naskah Jangka Panjang Kristenisasi di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Naskah rahasia itu pernah diterbitkan oleh majalah Crescent International, Kanada, pada November 1988. Misi-misi di atas masih sebagian kecil dari usaha kristenisasi di Indonesia.Tahun-tahun belakangan ini, misionaris Kriten makin terang-terangan menyerap umat muslim untuk memeluk agama Kristen. Mereka mendatangi rumah sakit dan menghibur pasien beragama Islam dan perlahan tapi pasti membujuk pasien ini pindah agama. Mereka juga berselindung disebalik misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan. Menurut The Observer, kelompok misionaris Light of Love for Aceh terang-terangan mengenalkan nilai-nilai Kristen melalui kegiatan amal yang diberikan kepada korban tsunami Aceh. Bahkan mereka berharap dapat membawa anak-anak Aceh ke Jakarta untuk ditempatkan di panti asuhan Kristen.

Begitu gencarnya para kaum misionaris mengkristenkan Indonesia. Orang-orang Kristen memang tidak suka orang Islam berjaya. Sebagaimana yang tertulis dalam QS Al-baqarah ayat 120:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pegetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Maha benar firman Allah SWT. Tidak heran jika kristenisasi terus dilakukan untuk merayu dan mendapatkan umat Islam murtad dari agamanya.

Untuk menghentikan kristenisasi yang sudah marak di Indonesia, sebuah aksi global telah dimulai oleh Mercy Mission Indonesia untuk menyelamatkan sahabat Muslim di Indonesia yang tidak bahagia akan ke-Islam-annya sehingga mudah dipengaruhi oleh golongan missionaris. Mercy Mission merupakan organisasi terdaftar di Inggris yang biasa mengadakan projek berkaitan dakwah Islam. Organisasi ini sudah berpengalaman selama lima tahun terakhir dalam meningkatkan kesadaran di kalangan umat Islam melalui projek amal. Kali ini, Mercy Mission sedang menggalang dana dan kesadaran umat Islam di seluruh dunia untuk menyelamatkan saudara-saudari Muslim di Indonesia yang terancam dimurtadkan melalui projek Save Maryam. Kampanye Save Maryam disebarluaskan di dunia maya melalui Youtube, Facebook, Twitter, Website dan Email. Sementara di dunia nyata, iklan Save Maryam terpampang di berbagai media below the line seperti baliho, poster, spanduk, pamflet, dan sejenisnya.

Sebagai umat Muslim yang peduli sesama serta peduli terhadap agama kita, mari kita dukung gerakan ini sepenuhnya.Untuk membantu Save Maryam, cukup dengan 3 langkah mudah: Watch, Share, Donate. Lihat atau tonton iklan mengenai Save Maryam. Kemudian, daripada menghabiskan waktu di Internet untuk hal-halyang tidak bermanfaat, ada baiknya kita menyebarkan informasi tentang kampanye ini. Dan jika kita ada rezeki lebih, tidak ada salahnya untuk menyumbang sejumlah uang kepada oraganisasi ini.

Bagaimana uang donasi kita akan digunakan? Uang donasi dari saudara-saudara Muslim di seluruh dunia akan digunakan untuk:

1. Melauncing Islamic Youth TV (berbasis di Yogyakarta)
Saat ini media di Indonesia terutama TV telah memberi pengaruh buruk kepada pemuda Muslim di Indonesia. Hedonisme, kapitalisme dan westernisasi serta kulturalisasi Islam yang dipaparkan di TV berpotensi merusak esensi Islam sehingga dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Dengan adanya Islamic Youth TV, diharapkan pemuda Islam Indonesia terpapar dengan acara yang bermutu dan mendidik mereka ke kehidupan yang lebih baik.

2. Melauncing Indonesian Youth Helpline
Indonesian Youth Helpline merupakan call centre yang dihadirkan untuk melayani panggilan Muslim yang mempunyai masalah untuk dibantu. Ini penting agar mereka tidak lari kepada penolong dari agama lain.

Selain memberi donasi langsung kepada Mercy Mission, kita juga bisa memberikan donasi melalui kegiatan seperti yang dianjurkan oleh oraganisasi ini. Kegiatan tersebut diberi nama Iftar For Maryam, yaitu inisiatif bagi kawan-kawan Muslim untuk mengundang kawan serta kerabat dalam acara buka puasa bersama. Melalui buka puasa ini, kawan-kawan dapat menggalang dana yang nantinya dapat disumbangkan untuk projek Save Maryam.

Kesimpulannya, mari kita sama-sama membuka mata akan kenyataan bahwa Islam di Indonesia terancam punah akibat kristenisasi. Oleh itu, sebagai Muslim yang baik, tidak ada salahnya, malah mendapat pahala, kita realisasikan projek ini. Bismillah dengan izin Allah, semoga projek ini berjalan lancar dan mencapai tujuannya sehingga masa depan kehidupan umat Muslim di Indonesia terselamatkan. Amin.

P.s: Lebih lanjut tentang Save Maryam, kawan-kawan bisa klik di SINI

 
10 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 26, 2012 inci Berita

 
 
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai